Dunia  

China Jadi Bidikan Kerja Sama Produsen dan Pemasok Helikopter Global

Foto yang diabadikan pada 14 September 2023 ini menunjukkan suasana upacara penandatanganan surat pernyataan kehendak (letter of intent/LOI) untuk kerja sama strategis antara Airbus Helicopters dan Wanjiang Financial Leasing Co, Ltd. di Pameran Helikopter China keenam di Tianjin, China utara. (Xinhua).

Suara Kalbar – Pameran Helikopter China (China Helicopter Exposition) keenam, yang berakhir pada Minggu (17/9/2023), berhasil menjadi platform yang mendorong inovasi, pengembangan, dan kerja sama saling menguntungkan.

Serangkaian kegiatan, seperti pameran, forum, pertunjukan udara, peluncuran produk baru, dan negosiasi bisnis, digelar dalam pameran selama empat hari di Kota Tianjin, China utara, tersebut.

Lebih dari 350 peserta pameran, termasuk banyak produsen helikopter global utama, menghadiri ajang tersebut untuk mencari peluang-peluang bisnis yang menguntungkan di industri penerbangan China.

Dalam acara tersebut, Airbus Helicopters, produsen pesawat asal Eropa, menandatangani surat pernyataan kehendak (letter of intent/LOI) untuk kerja sama strategis dengan Wanjiang Financial Leasing Co, Ltd. Menurut LOI tersebut, kedua belah pihak akan menyediakan produk helikopter dan solusi pembiayaan khusus terpadu bagi pelanggan perusahaan China di bidang penerbangan umum, khususnya perusahaan mikro, kecil, dan menengah.

Airbus Helicopters telah menjadi mitra utama di sektor helikopter China selama lebih dari 50 tahun. Saat ini, terdapat lebih dari 300 helikopter Airbus yang mengudara di China, melayani lebih dari 90 pelanggan.

Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Aviation Industry Corporation of China Ltd. (AVIC), jumlah helikopter sipil China diperkirakan akan mencapai 1.449 unit pada 2027 dan melampaui 2.000 unit pada 2032.

Pemulihan cepat dan prospek menjanjikan dari pasar penerbangan China telah mendorong minat yang besar di kalangan produsen dan pemasok helikopter global untuk menjalin kerja sama dengan rekan-rekan mereka di China.

Alexander Tarasov, wakil CEO sekaligus kepala desain National Helicopter Center, Russian Helicopters, mengungkapkan bahwa dirinya tertarik dengan berbagai komponen buatan China. “Kami ingin menggunakan komponen buatan China pada helikopter kami. Kami ingin memperluas bisnis kami dengan para mitra dari China.”

Beragam benda pameran yang menampilkan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), realitas virtual, dan interaksi manusia-mesin juga dipamerkan dalam ajang tersebut, bersama dengan total 65 helikopter dan kendaraan udara nirawak yang dipamerkan.

Sunkiss Matherm merupakan perusahaan asal Prancis yang memproduksi peralatan untuk sistem pengeringan, yang dibutuhkan dalam pembuatan pesawat terbang.

“Saya mencari lebih banyak pelanggan China. Pameran ini memberikan saya ide-ide cemerlang untuk mengidentifikasi siapa dan apa yang harus dilakukan serta memperluas bisnis saya dengan pelanggan potensial di China,” ujar Hervé Vigier, manajer umum perusahaan tersebut.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS