Penyuluh Agama Islam Asal Kubu Raya Masuk Nominasi PAI Award Tingkat Nasional 2023
Kubu Raya (Suara Kalbar)- Kabar gembira datang dari Kalimantan Barat, di mana Abdurrahman, seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) asal Kabupaten Kubu Raya, berhasil masuk dalam nominasi Pemilihan PAI Award Tingkat Nasional 2023. Dalam pengumuman Daftar Nomine Penyuluh Agama Islam Award Tingkat Nasional Tahun 2023, tiga peserta utusan Kalimantan Barat berhasil memperoleh tiket ke Tingkat Nasional untuk mengikuti seleksi tahap 2 di Jakarta.
Penghargaan PAI Award merupakan apresiasi yang diberikan kepada para penyuluh agama Islam yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan, pendidikan agama, dan pencerahan spiritual di masyarakat. Nominasi Abdurrahman adalah bukti pengakuan atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam berperan sebagai penyuluh agama Islam di Kalimantan Barat.
Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag Republik Indonesia, menyelenggarakan seleksi tahap 1 Pemilihan Penyuluh Agama Islam Award Tingkat Nasional pada tanggal 31 Juli s.d. 02 Agustus 2023. Proses ini menghasilkan 10 Nomine untuk 7 kategori yang dilombakan yakni kategori Kesehatan Masyarakat, Metode Penyuluhan Baru, Pelestarian Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Pendampingan Kelompok Rentan, Penegakan Hukum, dan Peningkatan Literasi Al-Qur’an. Kalimantan Barat mengutus enam peserta terbaik untuk mengikuti seleksi tahap 1 tersebut.
Kabid Penaiszawa, H. Rohadi menyampaikan, “Selamat kepada tiga penyuluh terpilih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tiga penyuluh yang sudah berjuang untuk mengikuti seleksi tahap 1 even PAI Award ini,” ujarnya di Pontianak, Jum’at (4/8/2023).
Hal senada disampaikan Ketua Tim Kerja Penyuluh Agama Islam, Hj. Ida Jumiati. Ia menuturkan, “Selamat bagi peserta yang berhasil lanjut ke tingkat nasional. Bagi yang belum berhasil, InsyaAllah sudah berusaha optimal dan terbaik bagi Provinsi Kalbar. Selamat berjuang kembali di seleksi tahap 2 untuk ketiga peserta terpilih,” ungkapnya.
Salah satu dari tiga Penyuluh Agama Islam yang masuk nominasi itu adalah Abdurrahman, S.H.I. Ia merupakan Penyuluh Non PNS asal Kubu Raya. Dirinya lolos seleksi tahap 1 dengan Kategori Peningkatan Literasi Al-Qur’an.
Abdurrahman sapaannya, merupakan pria kelahiran Desa Pasak, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada tanggal 07 Maret 1986. Dia dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana, Abdurrahman merupakan anak ke 6 dari 10 bersaudara.
Pada tahun1991, Abdurrahman menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Sirajul Ulum. Dilanjutkan masuk pesantren Raudatul Mubtadiin Kabupaten Kubu Raya pada tahun 1999-2020. Lulus dari Pesantren pada tahun 2000 melanjutkan pendidikan dari Madrasah Tsnawiyah, Madrasah Aliyah sampai Keperguruan Tinggi Agama Islam STAI Darullughah Wadda’wah dengan Jurusan Sarjana Hukum Islam (Ahkwal Syahsiyah) di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.
Sepulang dari pesantren, Ia aktif mengajak Masyarakat untuk mengadakan pengajian rutinan setiap malam Jum’at yang diberi nama Majelis Taklim Hidayatul Mubtadiin yang beranggotakan khusus laki-laki. Sejak tahun 2017 ia juga membentuk pengajian ibu-ibu dengan memberikan bimbingan Literasi al-Qur’an untuk jemaah yang masih buta baca tulis al-Qur’an yaitu Majelis Taklim Ar-Rahman di Buntar Timur Dusun Maju Sejahtera Desa Pasak Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat, akhirnya dapat membangun Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Pada tahun 2017, Ia berhasil lolos sebagai Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Pada tahun 2019 mengikuti tes Penyuluh Agama Islam tahap 2 dengan laporan yang sangat baik. Ia ditempatkan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Hingga saat ini bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam Non PNS Kabupaten Kubu Raya yang aktif membina Majelis Taklim dan Taman al-Qur’an di Desa Lingga dan Pasak Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






