KH Muhdlar, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rahmah Sekadau, Wafat
Sekadau (Suara Kalbar) – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un! Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Sekadau. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rahmah Sekadau sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Rahmah, KH Muhdlar, S.Pd.I., M.M., wafat pada Sabtu (1/8/2026) pukul 04.59 WIB di Rumah Sakit Medika Jaya Pontianak.
Kabar wafatnya ulama kharismatik tersebut pertama kali beredar melalui pesan singkat yang disampaikan Koordinator Pondok Pesantren Al-Rahmah, Abdul Manan, kepada sejumlah grup WhatsApp pada Sabtu dini hari.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah KH. Muhdlar,” tulis Abdul Manan dalam pesannya.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi masyarakat, khususnya umat Islam di Kabupaten Sekadau. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir melalui berbagai media sosial serta grup percakapan, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum selama hidupnya.
KH Muhdlar dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Sekadau. Di bawah kepemimpinannya, Yayasan Pendidikan Islam Al-Rahmah yang beralamat di KM 7 Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir itu berkembang dengan membina berbagai lembaga pendidikan, mulai dari Pondok Pesantren Al-Rahmah, TK/RA, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain berkiprah di dunia pendidikan, almarhum juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan. Ia menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau selama dua periode hingga saat ini. KH Muhdlar juga mengemban amanah sebagai Rais Syuriah PCNU Kabupaten Sekadau selama dua periode serta Ketua I Bidang Ibadah Masjid Agung Sultan Anum Sekadau.
Semasa hidupnya, KH Muhdlar dikenal sebagai ulama yang sederhana, rendah hati, dan memiliki komitmen kuat dalam membina umat serta mencetak generasi muda melalui pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Dedikasinya dalam dakwah dan pendidikan telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan kehidupan keagamaan di Kabupaten Sekadau.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, alumni, para tokoh agama, serta masyarakat luas yang mengenal sosoknya sebagai pendidik dan pembimbing umat.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






