SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kayong Utara Kembangkan Budidaya Kerapu, DKP Kalbar dan KIPP Dukung Kelompok Nelayan di Pelapis

Kembangkan Budidaya Kerapu, DKP Kalbar dan KIPP Dukung Kelompok Nelayan di Pelapis

Bibit ikan kerapu ditebar ke keramba jaring apung yang dikelola kelompok nelayan di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Bibit ikan kerapu merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Ist]

Kayong Utara (Suara Kalbar) – Pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan terus didorong di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Salah satunya melalui dukungan terhadap budidaya ikan kerapu yang dilakukan Kelompok Nelayan Bina Warga.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat memberikan bantuan 5.000 bibit ikan kerapu yang telah ditebar ke keramba jaring apung (KJA) kelompok nelayan di Desa Pelapis pada Jumat (11/9/2026).

Program tersebut turut melibatkan Corporate Social Responsibility (CSR) Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melalui pendampingan kepada kelompok nelayan.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan DKP Provinsi Kalimantan Barat, Bustami, berharap bantuan tersebut dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi Kelompok Nelayan Bina Warga.

“Kami memberikan bantuan berupa bibit ikan kerapu untuk kelompok yang ada di Desa Pelapis. Tentunya, kami berharap bahwa dengan bantuan ini kelompok dapat memelihara dan membudidayakan ikan kerapu ini hingga selesai panen atau 9-12 bulan. Dengan budidaya ini, maka kelompok nelayan dapat menjualnya untuk peningkatan ekonomi kelompok tersebut,” harap Bustami usai menebar ikan dalam kegiatan tersebut, Jumat (11/9/2026).

Menurut Bustami, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan bibit, tetapi juga membutuhkan pendampingan agar kelompok memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan budidaya kerapu.

Karena itu, kolaborasi DKP Provinsi dan CSR KIPP diharapkan dapat mendukung pengembangan budidaya tersebut menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Selanjutnya, KIPP bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberikan pendampingan untuk kelompok nelayan tentang pemeliharaan budidaya ikan kerapu, sehingga nanti ikan kerapu tersebut dapat berkembang dengan maksimal,” tutur Bustami.

External Relation Manager Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Sugeng Sulistiyo, mengatakan keterlibatan CSR KIPP merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan, sejalan dengan visi dan misi pemerintah.

“Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok, serta penguatan akses pasar sehingga budidaya kerapu tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Bina Warga, Kusmanto, menyampaikan apresiasi kepada DKP Provinsi Kalimantan Barat, DKP Kabupaten Kayong Utara, dan KIPP atas dukungan yang diberikan kepada kelompoknya.

Menurut Kusmanto, bantuan 5.000 bibit kerapu tersebut membuka peluang bagi kelompok nelayan untuk mengembangkan kegiatan budidaya sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat.

“Harapan saya, semoga kelompok kami bisa berkembang dan bisa menjadi pemicu lahirnya kelompok-kelompok yang akan datang. Kalau ini bisa dikembangkan secara maksimal, tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok yang akan datang bisa lebih berminat lagi,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi antara DKP Provinsi Kalimantan Barat dan KIPP dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pendampingan dan penguatan kapasitas kelompok nelayan.

Menurutnya, kompetensi dan pengetahuan tim CSR KIPP dibutuhkan untuk melengkapi pengalaman nelayan yang selama ini lebih banyak memahami kondisi laut, tetapi masih membutuhkan pengetahuan teknis dalam budidaya ikan kerapu.

“Secara umum memang kami sebagai nelayan memahami kondisi laut. Tapi untuk budidaya kerapu kami masih perlu pendampingan,” katanya.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play