Menggugah Hati, Potret ‘Kehidupan Lansia’ Dalam Bidikan Lensa di Jungkat Mempawah
Mempawah ( Suara Kalbar)- Pameran fotografi yang penuh makna dan menggugah hati telah dihadirkan oleh Susanto Tan, seorang fotografer, di Desa Jongkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Rabu (9/8/2023). Pameran ini memiliki tema “Potret Kehidupan Lansia,” tidak hanya sekedar kumpulan gambar, tetapi juga mencerminkan kehidupan yang penuh makna.
Pameran ini diadakan seiring dengan peresmian sekretariat “Komunitas Kasih Dalam Perbuatan” di Desa Jungkat. Acara ini berlangsung hingga tanggal 18 Agustus 2023, dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.
Susanto Tan, atau akrab dipanggil Santo, menjelaskan bahwa pameran ini awalnya difokuskan pada peresmian sekretariat, tetapi karena dia juga seorang fotografer, dia mendokumentasikan setiap kegiatan yang membagikan dan menyalurkan paket sembako kepada lansia.
“Yang fokusnya pertama sih memang peresmian rumah sekretariat ini. Kemudian saya ini juga seorang fotografer, jadi setiap kegiatan yang membagikan dan menyalurkan paket sembako kepada lansia, saya dokumentasikan,”katanya.
Awalnya, pria kelahiran 9 agustus 1974 ini mengambil kebiasaan hunting foto dengan subyek manusia, dan salah satunya adalah lansia yang hidup dalam keterbatasan. Dia memotret mereka dan membagikan foto-foto tersebut melalui media sosial. Respons positif dari masyarakat membuatnya berpikir tentang cara untuk membantu mereka, dan akhirnya dia membuka rekening donasi.
Melalui rekening donasi ini, ia berhasil mengumpulkan dana dari para donatur yang ingin membantu masyarakat yang tidak mampu. Dana ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pokok, tetapi juga untuk merehabilitasi tempat tinggal yang tidak layak huni bagi lansia yang hidup sebatang kara.

“Jadi melalui pendidik saya, saya menyarankan untuk mengadakan pameran fotografi. Jadi Saya bergerak sekalian meresmikan sekretariat dan saya juga melakukan pameran fotografi ‘Kisah Hidup Lansia Sebatang Kara’,”ucap Santo.
Santo juga menjelaskan pada karya foto yang ditampilakan melibatkan foto-foto lansia dari berbagai daerah, termasuk Bengkayang, Jungkat, Ngarak, Mandor, Senakin, Kemudian Pahuman, dan daerah Sidas.
“foto-foto ini paling jauh ada di Bengkayang. tempat kita di Jungkat ada, daerah Ngarak, daerah Mandor, setelah itu daerah Senakin, Kemudian Pahuman, dan daerah Sidas,”sambungnya.
Pameran ini tidak hanya mengeksplorasi keindahan visual, tetapi juga merangkul jiwa dan pengalaman individu-individu lansia yang hidup dalam keterbatasan. Karya-karya fotografi Santo menghadirkan potret lansia yang dipadu dengan Black and White yang penuh makna dan inspiratif.
“Black and White itu memang fotonya lebih tak banyak berwarna, dan human Interest nya lebih dapat menurut saya. Dari ekspresi sama background nya dapat,”terangnya.
Santo mengajak orang untuk melihat sisi lain dari kehidupan lansia yang sering terabaikan. Meskipun mereka menghadapi tantangan berat dalam usia lanjut, melalui fotografi ini.
“Dari Semua foto ini memang ada yang baru dan ada juga yang lama proses pengambilan momennya. Bahkan dalam 1 bulan ini juga ada yang dapat, ada yang 6 bulan yang lalu juga,”ujarnya.
Pameran ini juga memiliki dimensi sosial, dimana 25 karya foto dengan ukuran 30x45cm akan dilelang dan hasilnya akan disumbangkan kepada para lansia dan anak-anak yang membutuhkannya. Santo juga memberikan pesan kepada para fotografer muda bahwa mereka harus terus berkarya dan belajar, karena ilmu dalam fotografi tidak ada habisnya.
“Seorang yang hobi fotografi harus selalu bekarya sampai kapanpun. Harus belajar terus, ilmu tak ada habisnya. Apalagi para fotografer muda saya yakin pasti punya skill, punya ide yang luar biasa pasti bisa saya yakin,”pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





