Syafaruddin Daeng Usman Bilang Penyelenggara Pemilu merupakan Pekerjaan Serius

Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Kalbar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Syafaruddin Daeng Usman.[HO-Pribadi]

Pontianak (Suara Kalbar) – Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Kalbar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Syafaruddin Daeng Usman mengungkapkan penyelenggara Pemilu harus bekerja sesuai dengan etik, norma dan aturan yang berlaku.

“Bersama kita ingin memastikan penyelenggara Pemilu di Kalbar bekerja baik, benar, menjunjung tinggi kode etik dan menjalankan semua norma dan aturan perundang-undangan,” kata pria yang juga sejarawan Kalbar ini, Jumat (10/3/2023).

Bang Din menekankan pilihan menjadi penyelenggara Pemilu, apakah KPU atau Bawaslu dan jajarannya, bukanlah hal sepele dan sementara.

“Penyelenggara pemilu memiliki prospek yang panjang dan sangat luas, oleh karenanya harus bekerja dengan maksimal apapun dan di manapun posisinya,”terangnya.

Agar memiliki karir panjang sebagai penyelenggara pemilu, menurut Bang Din, harus mampu menjaga rekam jejak agar bisa ‘naik tingkat’. Salah satunya dengan bekerja sesuai etika, norma dan aturan.

“Jika ada cacat dalam rekam jejak, otomatis akan susah naik ke jenjang berikutnya. Dan catatan ini sangat penting jika ingin berkarir panjang,”tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Bang Din, menjadi penyelenggara pemilu itu bukan pekerjaan sambilan, dan ini pekerjaan serius.

Kepada penyelenggara maupun pengawas Pemilu se-Provinsi Kalimantan Barat, Bang Din mengingatkan untuk tidak khawatir sekaligus dianggap ringan jika dilaporkan ke TPD maupun DKPP RI.

“Pasalnya tidak semua penyelenggara yang dilaporkan ke DKPP terbukti bersalah melanggar kode etik. Prinsipnya adalah jika sudah tertib dan taat aturan, hadapi sidang dengan maksimal, lengkapi alat bukti, dan administrasi secara maksimal juga,” tutup bang Din.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS