Pontren Asy-Syura Desa Galang, Kembangkan Madu Kelulut dan Edukasi Penyelamatan Gambut
Mempawah (Suara Kalbar) – Pondok Pesantren (pontren) Asy-Syura di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, tak hanya fokus mendidik santri agar berilmu maupun berakhlakul kharimah.
Lebih dari itu, pontren yang diasuh KH. Luthfillah ini tergolong concern dalam mengembangkan sektor ekonomi kerakyatan bersama para santrinya.
Kepala Seksi Pondok Pesantren dan Pendidikan Diniyah Kementerian Agama (Kemenag) Mempawah, Mulyadi, yang melakukan kunjungan kerja di sana, mengaku dibuat terkesima saat budidaya kelulut yang dirintis Pontren Asy-Syura telah menghasilkan cukup banyak madu.
“Madu kelulut yang dihasilkan, bahkan telah dijual ke pasaran sehingga berimbas kepada peningkatan penambahan pemasukan pondok pesantren,” ujar Mulyadi.
Yang membuat dirinya bangga adalah, dalam pengelolaan budidaya kelulut ini, pihak pesantren turut melibatkan para santri.
Dengan demikian, ini menjadi sarana pengetahuan bagi santri untuk bersama-sama dilatih sejak dini mengembangkan sektor ekonomi kerakyatan.
“Saya berharap, Pondok Pesantren Asy-Syura jangan berhenti untuk menangguk manisnya madu kelulut. Terus budidayakan dan kembangkan agar menjadi sarana pemasukan tambahan bagi operasional pondok,” imbuhnya.
Edukasi Penyelamatan Gambut
Sesungguhnya, tak hanya itu yang membuat Mulyadi selaku pejabat Kemenag Mempawah bangga dengan kualitas pondok pesantren ini.
Sebelumnya, Pontren Asy-Syura Desa Galang ini ditunjuk oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) Provinsi Kalimantan Barat sebagai satu-satunya mitra lembaga pendidikan di Kabupaten Mempawah dalam edukasi gambut.
Dari penunjukan kemitraan dengan Pontren Asy-Syura, BRG Kalbar turut melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GEMAWAN.
“BRG Kalbar berharap pondok ini ke depan akan menjadi sentra edukasi peduli terhadap lahan gambut,” jelas Mulyadi.
Gambut yang rentan terbakar, tambahnya, harus bisa diselamatkan demi menjaga keseimbangan alam dan tidak punah di masa mendatang.
Dalam asistensi itu, Badan Restorasi Gambut Provinsi Kalbar menurunkan tim ahlinya, beserta Tim LSM Gemawan yang dipimpin Ir. Joko Wiryanto untuk memberikan pelatihan teknik pengolahan gambut tanpa bakar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni pengasuh KH. Luthfillah, santri, ustadz alumni dan wali santri Pondok Pesantren Asy-Syura.





