Jagung Bt (Bacillus thuringiensis) Anti Hama

  • Bagikan

Oleh: Kutsiatul Hasanah

INDONESIA, serangan hama jagung merupakan salah satu kendala dalam produksi tanaman jagung. Menurut hasil evaluasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan terdapat 29 provinsi yang mengalami kerusakan tanaman jagung akibat serangan organisme pengganggu tumbuhan.

Tanaman transgenic, khususnya jagung Bt memiliki prospek dan peluang yang dapat dimanfaatkan di Indonesia. Hal ini juga mengingat di berbagai Negara lain yang telah menanam jagung Bt yang dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi para petani berupa ketahanan terhadap serangga hama target dan menurunkan pemakaian insektisida sehingga menurunkan polusi lingkungan dan keracunan pada hewan dan manusia.

Tanaman transgenic tahan hama umumnya menggunakan gen dari Bacillus thuringiensis (Bt), jagung tersebut disisipi gen bakteri Bacillus thuringiensis yang mampu memproduksi kristal protein untuk membunuh serangga pengganggu sehingga jagung ini lebih tahan terhadap serangan hama.

Ketahanan terhadap serangga ini dikarenakan mampu memproduksi toksin bakteri Bacillus thuringiensis, agen pengendali hama secara organic karena disisipi gen penghasil toksin. Adanya kemampuan ini menurunkan penggunaan herbisida, zat kimi pertanian, sehingga efisiensi pertanian menjadi meingkat.

Namun, penggunaan tanaman transgenic hingga saat ini, masih menuai sikap pro dan kontra dalam masyarakat. Masyarakat yang pro pada penggunaan tanaman transgenic melihat pada potensi pemanfaatan tanaman transgenic untuk mengatasi krisis pangan dan cenderung tidak berbahaya dalam penggunaannya.

Sedangkan masyarakat yang kontra menganggap tanaman transgenic belum dievalusi mendetail untuk keamanan tingkat konsumsinya bagi manusia, linkgungan dan asal-usul gen yang diintroduksi ke dalam tanaman.

*Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura Pontianak

 

Penulis: RilisEditor: Redaksi
  • Bagikan
You cannot copy content of this page