ASN Kemenag Diminta Maksimalkan Media Sosial dengan Konten Positif
Mempawah (Suara Kalbar) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Mi’rad, menasihati para pegawainya untuk terus meningkatkan kinerja.
Nasihat itu disampaikan Mi’rad ketika memberikan arahan dalam kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Mempawah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruangan aula Kemenag Mempawah, Kamis (17/2/2022) pagi.
Mi’rad mengatakan, Menteri Agama mengibaratkan Kementerian Agama laksana kereta api.
“Kereta api itu memiliki gerbong yang panjang, dikemudikan seorang masinis. Ia membawa kereta api itu terus melaju hingga ke stasiun. Kereta api tidak dapat berhenti sebelum tiba di stasiun,” tutur Mi’rad.
Ia lalu menjelaskan, para ASN yang bekerja dalam gerbong Kementerian Agama harus patuh dengan arahan Menteri Agama, Kepala Kemenag Provinsi dan Kepala Kemenag Kabupaten/kota pada masing-masing daerah.
ASN harus terus melaju di rel yang telah ditentukan jalur dan jadwalnya. Artinya dalam bekerja harus mematuhi alur regulasi dengan penuh tanggungjawab dan kedisiplinan.
“Sebab siapa yang bekerja tidak sesuai rel yang telah ditentukan, dipastikan akan mengalami masalah yang menyebabkan kecelakaan dan merugikan Kementerian Agama itu sendiri,” jelasnya.
Di samping itu, Mi’rad juga mengingatkan kepada ASN di Kemenag Mempawah untuk memanfaatkan media sosial sebagai upaya mempromosikan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.
“Maksimalkan fb, youtube, ig, atau tiktok untuk konten yang berfaedah bagi masyarakat. ASN Kemenag harus membaur dengan masyarakat. Harus jadi teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kemenag Mempawah itu juga menyampaikan tujuh program prioritas Kementerian Agama yang dipimpin oleh Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas.
Tahun 2022 dicanangkan Menteri Agama sebagai tahun toleransi. ASN Kemenag harus dukung program prioritas ini. Tingkat religiousitas index harus ditingkatkan.
“Kemudian penting dilakukan transformasi digital. Dirjen Bimas Islam mencanangkan digitalisasi arsip-arsip akta nikah. Semua dokumen di KUA dan madrasah akan didigitalisasikan,” terangnya.
Terakhir, mantan Kepala Kemenag Bengkayang itu mempersilahkan penganut agama melaksanakan ajaran agamanya masing-masing dengan seyakin-yakinnya.
“Jangan lupa, setiap agama mengajarkan toleransi beragama. Saya harap seluruh ASN Kemenag paham dan mengamalkan moderasi beragama,” pungkasnya.
Dalam kegiatan itu, turut hadir Kasubbag Tata Usaha, Ishak, para kepala Seksi, penyelenggara, pengawas, para kepala madrasah, para kepala KUA dan seluruh ASN Kemenag Mempawah.





