Kadisperindag dan ESDM: Total Nilai Ekspor Kalbar Periode Tahun 2021 Diprediksi Akan Tembus US$ 2.4 Milyar
Jakarta (Suara Kalbar) – Pelepasan ekspor senilai Rp.35,03 Triliun atau setara USD2,44 miliar pada acara “Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 ” yang dilakukan secara hibrida selesai dilaksanakan.
Terdapat 17 titik pelepasan yang terkoneksi langsung secara daring yang meliputi Pangkal Pinang (Bangka Belitung); Pelalawan dan Pekanbaru(Riau); Lampung; Bogor dan Bekasi (Jawa Barat); Salatiga, Boyolali dan Semarang (Jawa Tengah); Gresik dan Sidoarjo (Jawa Timur); Yogyakarta; Mataram (NTB); Pontianak (Kalimantan Barat); dan Samarinda (Kalimantan Timur), serta Serang dan Banten (Jawa Barat).
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memimpin pelepasan ekpspor dan diikuti 278 eksportir di 62 kota/kabupaten yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia dengan lokus utama di PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang International Industrial City, Jawa Barat.
Sejumlah pimpinan pemerintah pusat dan daerah turut hadir di wilayah akreditasi masing-masing antara lain Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, beberapa perwakilan Gubernur, Bupati dan Walikota. Sedangkan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, ESDM Provinsi Kalimantan Barat mewakili Gubernur Kalimantan Barat.
Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia pada Januari-November 2021 mencapai USD 209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia bulan November 2021 mengalami surplus USD 3,51 miliar yang sekaligus melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020, dan tercatat sebagai nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah.
Produk ekspor nonmigas dari Indonesia yang menerima permintaan tertinggi di pasar dunia meliputi lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta karet dan produk karet.
Sedangkan lima negara yang menjadi pasar tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok (USD 46 miliar); Amerika Serikat (USD 23,13 miliar), Jepang (USD 15,18 miliar), India (USD 11,87 miliar) dan Malaysia (USD 9,66 miliar).
“Pertumbuhan ekspor nonmigas yang terus menerus surplus hingga akhirnya meraup nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah ini, bukan hanya hasil kerja keras pemerintah pusat, tetapi juga para eksportir dan pemerintah daerah. Maka dari itu, acara hari ini sekaligus bentuk apresiasi kepada pemerintah di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten yang sehari-hari melayani kebutuhan para eksportir,”jelas Mendag.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Kepala Dinas Perindag dan ESDM Kalbar, Syarif Kamaruzaman dalam keterangannya juga menyatakan bahwa total nilai ekspor Kalbar periode tahun 2021 di prediksi akan menembus angka US$ 2.4 Milyar.
“Naik 100% lebih dibandingkan total nilai ekspor Kalbar di tahun 2021 yang mencapai angka US$ 1,1 Milyar US$ bersumber Kanwil Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat,” ungkapnya kepada suarakalbar.co.id.
Dalam kegiatan Pelepasan Ekspor tahun 2021 dari Kalimantan Barat yang dipusatkan di Terminal Peti Kemas (TPK) Pontianak, khusus untuk tanggal 23 Desember 2021 terdapat 4 produk yang dilepas ekspornya secara langsung , yakni crude coconut oil (CCO) milik PT. Sumber Tenaga Susana dengan tujuan Port Klang-Malaysia, Alumunium Oxide dan Alumunium Hidroxite milik PT. Indonesia Chemical Alumina dengan tujuan Korea Selatan , Jepang dan Tiongkok berjumlah 27 kontainer , PT. Erna Djuliawati dengan produk Plywood dan floorbase plywood berjumlah 64 kontainer tujuan dan Korea Selatan dan Jepang serta produk karet SIR 20 milik PT. Hoktong berjumlah 15 kontainer tujuan Tiongkok.
“Penyumbang terbesar devisa ekspor Kalbar antara lain produk CPO dan turunannya, bauksit dan turunannya, olahan dari kayu serta olahan karet,” jelasnya.
Ke depan diharapkan dengan telah mulai diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan nomor 19 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor akan semakin banyak komoditi dari Kalimantan Barat yang mendapat kemudahan ekspor, seperti Sarang Burung Walet, Kopi, Biji Tengkawang, Gaharu Buaya, Akar Laka dan tentunya daun kratom yang memiliki pangsa pasar yang sangat tinggi.
“Kita akan terus dampingi para pelaku usaha ekspor tersebut bersama instansi dan lembaga terkait lannya,” pungkasnya .





