Mengapa Air Tetap Terasa Dingin saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Suara Kalbar – Saat cuaca sedang terik, banyak orang merasakan suhu udara begitu panas hingga membuat tubuh mudah berkeringat. Namun, ketika menyentuh air di sungai, danau, kolam, maupun laut, air justru terasa dingin.
Perbedaan ini kerap menimbulkan pertanyaan. Padahal, fenomena tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah melalui sifat fisika air, proses perpindahan panas, hingga fenomena oseanografi yang terjadi di perairan Indonesia.
Lalu, mengapa air tetap terasa dingin saat cuaca panas? Berikut penjelasan ilmiahnya.
1. Air Memiliki Kapasitas Kalor Jauh Lebih Tinggi
Penyebab utama air tetap terasa sejuk saat udara panas adalah karena air memiliki kapasitas kalor spesifik (specific heat capacity) yang jauh lebih tinggi dibandingkan udara maupun daratan.
Dalam buku Fundamentals of Physics karya Halliday, Resnick, dan Walker dijelaskan bahwa kapasitas kalor spesifik air mencapai sekitar 4,184 joule per gram per derajat Celsius, sedangkan udara kering hanya sekitar 1,005 joule per gram per derajat Celsius.
Artinya, air membutuhkan energi panas sekitar empat kali lebih besar dibandingkan udara untuk menaikkan suhunya sebesar satu derajat Celsius.
Akibatnya, ketika matahari memanaskan permukaan Bumi, udara dan tanah jauh lebih cepat menjadi panas. Sebaliknya, air mengalami kenaikan suhu secara perlahan sehingga tetap terasa sejuk meskipun cuaca sangat terik.
2. Fenomena Upwelling Membawa Air Dingin ke Permukaan Laut
Selain dipengaruhi sifat fisika air, laut di Indonesia juga mengalami fenomena oseanografi yang dikenal sebagai upwelling.
Berdasarkan kajian Physical Oceanography of the Southeast Asian Waters karya Klaus Wyrtki (1961) dan penelitian R. Dwi Susanto bersama tim yang dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research (2006), upwelling merupakan proses naiknya massa air dari lapisan laut yang lebih dalam menuju permukaan.
Air dari dasar laut memiliki suhu yang lebih rendah karena tidak banyak menerima paparan sinar matahari. Selain itu, air tersebut juga kaya nutrisi yang penting bagi kehidupan biota laut.
Di Indonesia, fenomena ini umum terjadi saat musim kemarau, terutama di Laut Banda, perairan selatan Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Karena terus mendapat pasokan air dingin dari kedalaman, suhu laut tetap terasa rendah meskipun udara di kawasan pantai sangat panas.
3. Air Menghantarkan Panas Lebih Cepat daripada Udara
Alasan lain mengapa air tetap terasa dingin saat cuaca panas berkaitan dengan kemampuan air menghantarkan panas atau konduktivitas termal.
Dalam buku Fundamentals of Heat and Mass Transfer karya Incropera dan DeWitt dijelaskan bahwa air menghantarkan panas sekitar 23 kali lebih cepat dibandingkan udara.
Saat tangan atau tubuh menyentuh air, panas dari tubuh berpindah ke air jauh lebih cepat daripada ketika berada di udara.
Perpindahan panas yang berlangsung cepat tersebut membuat sistem saraf mengirimkan sinyal ke otak sehingga tubuh langsung merasakan sensasi dingin, meskipun suhu air sebenarnya tidak terlalu rendah.
4. Air Sungai dan Danau Lebih Sulit Mengalami Pemanasan
Fenomena serupa juga terjadi pada sungai, danau, maupun mata air.
Selain memiliki kapasitas kalor yang tinggi, banyak sungai memperoleh pasokan air dari pegunungan atau mata air bawah tanah yang memang memiliki suhu lebih rendah dibandingkan udara di sekitarnya.
Air yang terus mengalir membuat panas dari sinar matahari tidak mudah terakumulasi sehingga suhu air tetap relatif stabil.
Pada danau berukuran besar, volume air yang sangat banyak juga menyebabkan proses pemanasan berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan daratan di sekelilingnya.
Mengapa Air Tetap Dingin Saat Cuaca Panas?
Perbedaan suhu antara udara yang panas dan air yang tetap terasa dingin merupakan fenomena alam yang sepenuhnya dapat dijelaskan melalui ilmu fisika dan oseanografi.
Air memiliki kapasitas kalor spesifik yang tinggi sehingga membutuhkan energi lebih besar untuk mengalami kenaikan suhu. Di laut, fenomena upwelling juga membawa air dingin dari lapisan dalam menuju permukaan, sementara kemampuan air menghantarkan panas lebih cepat membuat tubuh langsung merasakan sensasi dingin ketika bersentuhan dengannya.
Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat air di sungai, danau, maupun laut tetap terasa sejuk meskipun matahari sedang bersinar sangat terik. Karena itulah, mengapa air tetap terasa dingin saat cuaca panas bukanlah sebuah misteri, melainkan hasil dari proses ilmiah yang telah lama dipahami para peneliti.
Sumber: Beritasatu.com






