SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Waspada Musim Kemarau! Ini 5 Penyakit yang Rentan Menyerang dan Cara Mencegahnya

Waspada Musim Kemarau! Ini 5 Penyakit yang Rentan Menyerang dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi demam. (Freepik/Istimewa)

Suara Kalbar – Musim kemarau identik dengan cuaca panas dan udara yang lebih kering. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti hujan benar-benar berhenti. Di sejumlah wilayah Indonesia masih terjadi fenomena kemarau basah atau masa pancaroba, ketika cuaca dapat berubah secara drastis dari terik menjadi hujan lebat dalam waktu singkat.

Perubahan suhu, kelembapan udara, serta meningkatnya paparan debu dan polusi membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Di sisi lain, hujan yang masih sesekali turun dapat menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.

Selain itu, berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah selama musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang cenderung meningkat saat musim kemarau dan cuaca ekstrem.

Berikut lima penyakit yang paling sering muncul beserta langkah pencegahannya.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan saat musim kemarau.

Udara yang lebih kering membuat debu, serbuk sari, dan partikel polusi bertahan lebih lama di udara sehingga mudah terhirup. Kondisi ini dapat mengiritasi saluran pernapasan dan mempermudah virus maupun bakteri masuk ke dalam tubuh.

Gejala ISPA umumnya meliputi:

  • Tenggorokan kering atau gatal.
  • Batuk kering maupun berdahak.
  • Pilek dan hidung tersumbat.
  • Bersin-bersin.
  • Demam ringan.

Anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah menjadi kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Banyak orang mengira demam berdarah hanya meningkat saat musim hujan. Padahal, kemarau yang diselingi hujan sesekali juga menjadi kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Genangan air bersih di ember, talang air, pot tanaman, maupun barang bekas dapat menjadi tempat bertelurnya nyamuk pembawa virus dengue.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Demam tinggi mendadak.
  • Nyeri di belakang mata.
  • Nyeri otot dan persendian.
  • Muncul bintik-bintik merah pada kulit.

Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.

3. Diare

Keterbatasan air bersih selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman.

Selain itu, suhu udara yang lebih hangat mempercepat perkembangbiakan lalat yang dapat membawa bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella ke makanan.

Gejala diare meliputi:

  • Buang air besar cair lebih dari tiga kali sehari.
  • Kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh lemas akibat kehilangan cairan.

Apabila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.

4. Dehidrasi dan Heatstroke

Paparan sinar matahari dalam waktu lama membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.

Jika cairan tidak segera diganti, seseorang dapat mengalami dehidrasi hingga heat exhaustion, yaitu kelelahan akibat paparan panas.

Pada kondisi yang lebih berat, suhu tubuh dapat meningkat hingga sekitar 40 derajat Celsius dan memicu heatstroke, yaitu keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Beberapa gejalanya meliputi:

  • Pusing berat.
  • Kulit terasa panas dan kering.
  • Denyut jantung meningkat.
  • Urine berwarna pekat.
  • Penurunan kesadaran atau pingsan.

5. Konjungtivitis

Musim kemarau juga meningkatkan risiko konjungtivitis atau peradangan pada selaput bening mata.

Paparan debu, polusi, serta kebiasaan mengucek mata dengan tangan yang kotor dapat memicu iritasi maupun infeksi.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Mata merah.
  • Terasa perih atau mengganjal.
  • Produksi kotoran mata meningkat.
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya.

Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat menyebar ke mata lainnya atau menular kepada orang lain.

Cara Mencegah Penyakit Saat Musim Kemarau

Agar tetap sehat selama musim kemarau, berikut beberapa langkah yang dianjurkan:

  • Minum air putih sekitar 2–3 liter atau 8–10 gelas setiap hari.
  • Konsumsi minuman yang mengandung elektrolit setelah banyak berkeringat.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan debu dan polusi.
  • Kenakan kacamata pelindung agar mata tidak mudah teriritasi.
  • Gunakan tabir surya minimal SPF 30 untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah dari toilet, serta setelah beraktivitas.
  • Hindari makanan dan minuman yang dijual di tempat terbuka tanpa penutup.
  • Lakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menampung air.
  • Gunakan losion antinyamuk atau kelambu, terutama untuk melindungi anak-anak.

Segera Periksa ke Fasilitas Kesehatan Bila Mengalami Gejala Berat

Sebagian besar penyakit yang muncul saat musim kemarau dapat ditangani apabila dikenali sejak dini. Namun, jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami:

  • Demam lebih dari dua hari.
  • Diare yang disertai darah atau menyebabkan tubuh sangat lemas.
  • Muntah terus-menerus hingga sulit mengonsumsi cairan.
  • Tanda-tanda dehidrasi berat, seperti penurunan kesadaran atau pingsan.

Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi sekaligus mempercepat proses pemulihan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play