SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Headline Misi Kemanusiaan di Tengah Kobaran Api, Empat Relawan Damkar Jadi Korban Saat Padamkan Si Jago Merah di Tanjungpura

Misi Kemanusiaan di Tengah Kobaran Api, Empat Relawan Damkar Jadi Korban Saat Padamkan Si Jago Merah di Tanjungpura

Peristiwa Kebakaran di Jalan Tanjung Pura, Pontianak Selatan, Jum’at sore (03/07/2026) hanguskan 6 bangunan. SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar Bahari

Pontianak (Suara Kalbar) – Misi penyelamatan dalam kebakaran hebat yang menghanguskan enam unit rumah toko (ruko) di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak, Jumat (3/7/2026), memakan korban dari kalangan relawan pemadam kebakaran. Sebanyak empat personel Damkar mengalami cedera saat berjibaku memadamkan kobaran api.

Wakil Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Pontianak, Harif Darman, mewakili Sekretaris Forkom Damkar Swasta Pontianak, Eddy Zulkarnaen, mengatakan satu anggota Damkar Panca Bhakti harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Kharitas sehingga total relawan yang menjadi korban bertambah menjadi empat orang.

“Satu orang anggota Damkar Panca Bhakti masuk ke Rumah Sakit Kharitas. Sebelumnya ada tiga, jadi untuk sementara ini ada empat korban dari pemadam kebakaran yang hendak memadamkan api di Tanjungpura ini,” kata Harif kepada Suarakalbar.co.id, Jumat.

Menurut Harif, tiga relawan lainnya kini dalam kondisi membaik, namun masih menjalani observasi medis. Dua korban mengalami insiden saat menuju lokasi kebakaran, sedangkan dua lainnya cidera ketika melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

“Tiga orang kondisinya sudah membaik, tapi memang perlu observasi. Dua rekan relawan menjadi korban saat menuju lokasi, sementara dua lainnya saat memadamkan api,” ujarnya.

Proses pemadaman melibatkan puluhan relawan Damkar Swasta Kota Pontianak, Damkar Pemerintah Kota Pontianak, serta Damkar Kabupaten Kubu Raya. Berkat kerja sama seluruh personel, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Damkar Swasta Kota Pontianak, Damkar Pemkot Pontianak dan Damkar Kubu Raya turun membantu memadamkan api. Sementara saat evakuasi tidak ada korban di lokasi,” ungkapnya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala terbatasnya pasokan air akibat kondisi sungai yang surut. Mobil tangki relawan harus beberapa kali melakukan pengisian ulang agar suplai air tetap tersedia.

“Mobil tangki relawan damkar beberapa kali mengulang mengisi air di titik pengambilan air, terutama jalur sungai. Air bahkan sedang surut,” jelas Harif.

Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran juga sempat terhambat kepadatan lalu lintas dan banyaknya warga yang memadati lokasi. Petugas kemudian membuka dua jalur agar armada pemadam dapat menjangkau titik api dengan lebih cepat.

“Karena akses jalan hanya satu jalur, kami mengaturnya menjadi dua jalur agar proses pemadaman berjalan lebih lancar,” tutup Harif.

 

Penulis: Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play