SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Ferrari Luce Terjual Rp716 Miliar, Cetak Rekor Mobil Baru Termahal di Lelang

Ferrari Luce Terjual Rp716 Miliar, Cetak Rekor Mobil Baru Termahal di Lelang

Desain mobil listrik perdana Ferrari Luce dihujat publik karena dinilai jelek, memicu sindiran dari CEO Lamborghini terkait keputusan tepat pembatalan proyek EV mereka. (Carscoops/DOK)

Suara Kalbar – Mobil listrik pertama Ferrari, Luce, mencatat sejarah baru setelah terjual dengan harga fantastis sebesar US$40 juta atau sekitar Rp716 miliar dalam sebuah lelang amal yang digelar pada ajang Monterey Car Week di California, Amerika Serikat.

Mengutip laporan CNBC, Selasa (18/8/2026), angka tersebut menjadikan Luce sebagai mobil baru dengan harga tertinggi yang pernah terjual melalui proses lelang. Seluruh hasil penjualan akan disalurkan untuk mendukung yayasan pendidikan milik Ferrari.

Lelang tersebut diselenggarakan oleh rumah lelang Sotheby’s dan berlangsung sekitar tiga bulan setelah Ferrari resmi memperkenalkan Luce sebagai mobil listrik murni pertamanya. Kehadiran model ini menandai babak baru bagi pabrikan mobil sport asal Italia tersebut dalam memasuki era elektrifikasi.

Sotheby’s menjelaskan bahwa unit yang dilelang merupakan sasis produksi pertama dari program Ferrari Luce. Mobil tersebut memiliki sejumlah keistimewaan, termasuk lapisan cat semi mengilap eksklusif dan berbagai komponen khusus yang tidak ditemukan pada versi standar.

Identitas pembeli tidak diungkapkan kepada publik. Namun Ferrari menyebut kendaraan tersebut merupakan bagian dari program personalisasi eksklusif yang memungkinkan pelanggan menentukan spesifikasi kendaraan sesuai keinginan mereka.

Nilai lelang yang mencapai US$40 juta menjadi perhatian tersendiri karena jauh melampaui harga resmi Ferrari Luce saat pertama kali diperkenalkan. Sebelumnya, Ferrari membanderol model listrik tersebut dengan harga sekitar 550.000 euro atau setara US$640.000.

Dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS, harga awal Luce berada di kisaran Rp11,46 miliar. Artinya, sasis produksi pertama yang dilelang berhasil terjual lebih dari 60 kali lipat dibandingkan harga jual normal kendaraan tersebut.

Penjualan fantastis ini terjadi di tengah respons pasar yang sempat beragam terhadap peluncuran Luce. Sejumlah analis sebelumnya mempertanyakan penerimaan konsumen terhadap mobil listrik pertama Ferrari dan menyoroti desain kendaraan tersebut.

Peluncuran Luce juga dianggap berbeda dibanding langkah sejumlah produsen mobil sport premium lainnya. Porsche dan Lamborghini, misalnya, diketahui sempat mengurangi ambisi pengembangan kendaraan listrik akibat permintaan pasar yang dinilai belum sesuai harapan.

Meski demikian, Ferrari tetap optimistis terhadap prospek kendaraan listriknya. CEO Ferrari Benedetto Vigna mengatakan perusahaan berupaya memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan, termasuk mereka yang menginginkan kendaraan listrik berperforma tinggi.

Menurut Vigna, Luce tidak hanya ditujukan bagi pelanggan setia Ferrari, tetapi juga diharapkan mampu menarik segmen pembeli baru yang tertarik pada teknologi kendaraan listrik.

Di sisi lain, Ferrari baru-baru ini meningkatkan proyeksi pendapatan tahunannya setelah membukukan kinerja kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh tingginya permintaan layanan personalisasi kendaraan.

Kinerja positif perusahaan juga tercermin dari pergerakan saham Ferrari di Bursa Milan yang telah menguat hampir 12 persen sepanjang tahun berjalan.

Penjualan Ferrari Luce seharga US$40 juta sekaligus menunjukkan bahwa kendaraan listrik pertama Ferrari tetap memiliki daya tarik kuat di kalangan kolektor, terutama untuk unit edisi khusus dengan jumlah yang sangat terbatas.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play