SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Pentas Seni dan Pasar Bahagia SDN 39 Pontianak Kota, Wujudkan Sinergi Pendidikan, Budaya, dan Kewirausahaan

Pentas Seni dan Pasar Bahagia SDN 39 Pontianak Kota, Wujudkan Sinergi Pendidikan, Budaya, dan Kewirausahaan

SD Negeri 39 Kecamatan Pontianak Kota menggelar kegiatan Pentas Seni dan Pasar Bahagia Tahun 2026 di halaman sekolah, Senin (15/6/2026).

Pontianak (Suara Kalbar) – SD Negeri 39 Kecamatan Pontianak Kota menggelar kegiatan Pentas Seni dan Pasar Bahagia Tahun 2026 di halaman sekolah, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang menjadi agenda akhir tahun pendidikan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat peserta didik, tetapi juga sarana penguatan karakter, pelestarian budaya, dan pengembangan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga Kamis (18/6/2026) dan ditutup dengan jalan sehat, senam zumba, serta pembagian berbagai hadiah menarik bagi peserta dan pengunjung.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya unsur Pemerintah Kota Pontianak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Kementerian Agama Kota Pontianak, DKUMP Kota Pontianak, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, anggota DPRD Kota Pontianak, Polresta Pontianak, Polsek Pontianak Kota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Camat Pontianak Kota, Lurah Sungai Jawi, perwakilan sekolah dasar sekitar, Bank Kalbar, Bank Mandiri, serta masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pembangunan pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti yang hadir mewakili Wali Kota Pontianak. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pentas Seni merupakan media strategis untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta kemampuan bekerja sama peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, siswa memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan minatnya sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.

Selain menjadi sarana ekspresi seni, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Berbagai penampilan yang ditampilkan siswa memberikan pengalaman berharga dalam membangun rasa percaya diri, sportivitas, keterampilan komunikasi, hingga kemampuan bekerja dalam tim yang menjadi kompetensi penting di era modern.

Sementara itu, Pasar Bahagia yang digelar bersamaan menjadi laboratorium pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep kewirausahaan secara langsung, mulai dari pengelolaan produk, pelayanan kepada konsumen, komunikasi pemasaran, hingga pengelolaan transaksi sederhana.

Kepala SD Negeri 39 Kecamatan Pontianak Kota, Susintoi, M.Pd., mengatakan Pentas Seni dan Pasar Bahagia merupakan agenda tahunan yang bertujuan menampilkan hasil karya siswa, memberikan apresiasi kepada peserta didik berprestasi, memperkuat kemitraan, serta mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda,” katanya.

Di bawah kepemimpinan Susintoi, SD Negeri 39 Pontianak Kota terus mengembangkan berbagai program inovatif melalui kemitraan strategis dengan sejumlah instansi. Pendekatan kolaboratif tersebut memperkuat posisi sekolah sebagai pusat pembelajaran yang terbuka, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Komitmen terhadap pendidikan berkelanjutan juga diwujudkan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak dalam pengembangan program Adiwiyata. Berbagai program seperti pengadaan tanaman pelindung, pengelolaan sampah, dan penguatan bank sampah terus dijalankan sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan.

Upaya tersebut melanjutkan prestasi SD Negeri 39 yang sebelumnya berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dan kini terus berproses menuju Adiwiyata Mandiri.

Penguatan karakter peserta didik juga dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai lembaga. Kerja sama dengan puskesmas mendukung program Sekolah Sehat, sementara kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia dan sejumlah mitra lainnya memperkuat pendidikan keagamaan serta pembentukan karakter siswa.

Nuansa keberagaman Indonesia tampak kental dalam pelaksanaan Pentas Seni tahun ini. Seluruh peserta didik mengikuti parade budaya dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukatif untuk menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya bangsa sejak usia dini.

Tidak hanya itu, Pasar Bahagia juga menghadirkan berbagai makanan tradisional dan modern yang dikelola bersama oleh orang tua dan warga sekolah. Kehadiran kuliner lokal menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus melestarikan kearifan lokal di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan Forum Orang Tua Siswa (FORSA), komite sekolah, dan seluruh wali murid yang terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Keterlibatan orang tua dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik.

Pentas Seni dan Pasar Bahagia Tahun 2026 menjadi representasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, kepedulian lingkungan, kecakapan hidup, serta penguatan identitas budaya bangsa.

Melalui kepemimpinan yang visioner, kemitraan yang kuat, dan dukungan masyarakat yang luas, SD Negeri 39 Kecamatan Pontianak Kota terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play