BMKG Kalbar Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hingga Sepekan ke Depan
Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan analisis dan prospek cuaca yang dirilis BMKG Kalbar pada Selasa (16/6/2026) pukul 17.00 WIB, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi pada periode 17 hingga 22 Juni 2026. Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada 17 hingga 23 Juni 2026.
Peringatan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat maupun kondisi lingkungan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi menyebabkan genangan, banjir lokal, serta gangguan transportasi dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Sementara itu, kondisi cuaca yang relatif kering di beberapa daerah dapat meningkatkan kerawanan terjadinya karhutla.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan transportasi, diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca yang berkembang. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat meluas saat kondisi cuaca mendukung.
BMKG Kalbar menegaskan bahwa informasi prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu mengikuti pembaruan informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi maupun karhutla.
Sumber: BMKG
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






