SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Google Siapkan Fitur Baru, Pengguna Android Akan Diperingatkan Jika Aplikasi Sudah Tidak Didukung

Google Siapkan Fitur Baru, Pengguna Android Akan Diperingatkan Jika Aplikasi Sudah Tidak Didukung

Ilustrasi Google Play Store. (Dok Android Developers Blog/Istimewa)

Suara Kalbar – Banyak pengguna Android masih menyimpan aplikasi lama di ponselnya meski sudah jarang digunakan. Sebagian beranggapan aplikasi tersebut mungkin masih diperlukan di kemudian hari.

Padahal, kebiasaan itu dapat menimbulkan risiko keamanan, terutama jika aplikasi yang tersimpan sudah tidak lagi mendapat dukungan dari pengembang atau bahkan telah dihapus dari Google Play Store.

Selama ini, aplikasi yang tidak lagi diperbarui tetap dapat digunakan seperti biasa di perangkat pengguna. Namun, tanpa disadari, aplikasi tersebut tidak lagi menerima pembaruan keamanan maupun perbaikan bug yang penting untuk melindungi perangkat dari berbagai ancaman siber.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Google dilaporkan tengah mengembangkan fitur baru yang akan memberi peringatan kepada pengguna Android ketika aplikasi yang terpasang di perangkat mereka sudah tidak tersedia lagi di Google Play Store.

Laporan yang diungkap Android Authority menyebutkan, indikasi fitur tersebut ditemukan dalam kode aplikasi Google Play Store versi 51.4.19.

Sejumlah potongan kode menunjukkan Google sedang menyiapkan sistem notifikasi yang akan memberi tahu pengguna apabila sebuah aplikasi telah dihapus dari Play Store dan tidak lagi menerima pembaruan perangkat lunak.

Saat ini, Google Play Protect hanya memberikan peringatan apabila aplikasi dianggap berbahaya atau terindikasi mengandung ancaman serius terhadap keamanan perangkat.

Sebaliknya, ketika aplikasi ditarik oleh pengembang atau dihentikan dukungannya, pengguna umumnya tidak memperoleh informasi apa pun. Akibatnya, banyak aplikasi yang sebenarnya sudah tidak terawat tetap tersimpan di ponsel dalam jangka waktu lama.

Dalam kode yang ditemukan, terdapat sejumlah pesan seperti, “Telah dihapus dari Google Play dan tidak akan lagi menerima pembaruan”, serta notifikasi serupa untuk beberapa aplikasi sekaligus.

Kehadiran fitur ini diyakini akan membantu pengguna memahami status aplikasi yang terpasang di perangkat mereka, sehingga dapat menentukan apakah aplikasi tersebut masih layak dipertahankan atau justru perlu dihapus.

Aplikasi yang tidak lagi mendapat dukungan pengembang memang berpotensi menjadi celah keamanan. Tanpa pembaruan rutin, kerentanan yang ditemukan di dalam aplikasi tidak akan diperbaiki dan dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Mengutip PhoneArena, ancaman tersebut bukan sekadar teori. Pusat Penelitian Keamanan Siber Black Duck pernah menemukan tiga aplikasi Android yang telah diunduh lebih dari dua juta kali memiliki celah keamanan kritis.

Ketiga aplikasi itu berfungsi mengubah perangkat Android menjadi mouse dan keyboard jarak jauh. Namun, peneliti menemukan adanya kerentanan berupa remote code execution (RCE), yang memungkinkan pelaku menjalankan perintah dari jarak jauh pada perangkat korban.

Kerentanan semacam ini dapat membuka peluang pencurian data pribadi, pemasangan malware, pengambilalihan perangkat, hingga akses terhadap informasi sensitif seperti kredensial akun dan data keuangan pengguna.

Risiko menjadi semakin besar ketika aplikasi tersebut sudah tidak lagi didukung oleh pengembang karena tidak ada pembaruan yang dapat menutup celah keamanan yang ditemukan.

Fitur baru yang sedang disiapkan Google dinilai sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran pengguna terhadap pentingnya memantau aplikasi yang terpasang di perangkat mereka.

Dengan adanya notifikasi tersebut, pengguna dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih jelas, apakah tetap mempertahankan aplikasi tertentu atau menghapusnya demi menjaga keamanan perangkat.

Upaya ini juga melengkapi sistem perlindungan Google Play Protect yang selama ini secara rutin memindai aplikasi dan melakukan pemeriksaan tambahan, termasuk terhadap aplikasi yang dipasang di luar Google Play Store.

Meski fitur tersebut belum dirilis secara resmi, pengguna Android sebenarnya dapat mulai melakukan evaluasi mandiri terhadap aplikasi yang tersimpan di perangkat.

Aplikasi yang sudah lama tidak diperbarui, tidak lagi tersedia di Google Play Store, atau berasal dari pengembang yang telah menghentikan dukungan sebaiknya dipertimbangkan untuk dihapus.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko pencurian data, infeksi malware, maupun penyalahgunaan informasi pribadi.

Jika resmi diluncurkan, fitur notifikasi terbaru Google ini berpotensi menjadi alat tambahan bagi pengguna Android untuk menjaga keamanan perangkat sekaligus melindungi data pribadi mereka dari berbagai ancaman digital.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play