Jafar/Felisha Tersingkir di Indonesia Open 2026, Akui Sulit Keluar dari Tekanan
Suara Kalbar – Perjuangan pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Albertha Nathaniel Pasaribu, harus berakhir pada babak kedua Polytron Indonesia Open 2026. Tampil di hadapan publik sendiri di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026), mereka gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan pasangan Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.
Dalam pertandingan tersebut, Jafar/Felisha menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 19-21. Kekalahan itu sekaligus memutus catatan positif pasangan Indonesia yang sebelumnya mampu memenangkan tiga pertemuan terakhir melawan wakil Negeri Jiran tersebut.
Pada gim pertama, Jafar/Felisha terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Serangkaian kesalahan sendiri membuat lawan lebih leluasa mengendalikan jalannya pertandingan hingga mengamankan kemenangan 21-15.
Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia mencoba tampil lebih agresif. Namun, Goh/Lai tetap mampu menjaga keunggulan dan sempat memimpin cukup jauh dengan skor 19-13.
Jafar/Felisha tidak menyerah begitu saja. Dukungan penonton di Istora memacu semangat mereka untuk mengejar ketertinggalan. Perlahan, pasangan Merah Putih memangkas selisih angka hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 19-19.
Sayangnya, momentum tersebut gagal dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan. Dua poin terakhir berhasil diamankan pasangan Malaysia yang menutup gim kedua dengan skor 21-19 sekaligus memastikan kemenangan.
Usai pertandingan, Felisha mengungkapkan bahwa faktor utama kekalahan bukan semata-mata kekuatan lawan, melainkan karena mereka gagal menemukan ritme permainan terbaik sejak awal laga.
“Pertama-tama kami bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Namun, secara permainan memang feeling kami kurang masuk. Banyak melakukan kesalahan sendiri dan pertahanan kami juga cukup mudah ditembus lawan,” ujar Felisha.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat mereka semakin sulit keluar dari tekanan yang terus diberikan lawan sepanjang pertandingan.
Senada dengan pasangannya, Jafar mengatakan dirinya dan Felisha sebenarnya sudah mencoba melakukan perubahan strategi setelah kehilangan gim pertama. Namun upaya tersebut belum mampu mengubah situasi di lapangan.
“Kami sempat berdiskusi untuk mencoba pola permainan yang berbeda setelah gim pertama. Tetapi sampai akhir pertandingan, kami masih belum bisa keluar dari tekanan yang diberikan lawan,” kata Jafar.
Pasangan muda Indonesia itu juga mengakui performa mereka belum berada dalam kondisi terbaik dalam beberapa turnamen terakhir. Berbagai evaluasi telah dilakukan bersama tim pelatih guna mencari penyebab penurunan hasil yang mereka alami.
Felisha menyebut salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah komunikasi di lapangan. Meski telah berusaha memperbaikinya, hasil yang diharapkan belum sepenuhnya terlihat dalam pertandingan.
“Kami merasa performa belakangan ini memang kurang baik. Dari evaluasi pelatih, salah satu yang harus dibenahi adalah komunikasi. Kami sudah mencoba memperbaikinya, tetapi hasilnya belum maksimal,” ujarnya.
Jafar menambahkan bahwa komunikasi sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun, mereka masih berusaha menemukan faktor lain yang menyebabkan performa pasangan tersebut belum kembali stabil seperti sebelumnya.
“Kami merasa komunikasi sudah lebih baik dibanding sebelumnya. Tetapi kami juga masih mencari tahu kenapa performa kami bisa menurun setelah Indonesia Masters 2026,” tuturnya.
Selain aspek nonteknis, keduanya menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada sektor permainan. Variasi serangan, pola bertahan, hingga konsistensi permainan menjadi fokus utama yang akan dibenahi dalam waktu dekat.
Felisha menegaskan bahwa hasil positif yang pernah diraih sebelumnya belum cukup menjadi ukuran jika tidak dibarengi konsistensi dalam setiap turnamen.
“Masih banyak yang harus diperbaiki, baik dari sisi teknik maupun nonteknik. Ketika performa sedang menurun seperti sekarang, tentu tantangannya menjadi lebih besar,” katanya.
Meski harus mengakhiri langkah lebih cepat di Indonesia Open 2026, Jafar/Felisha bertekad menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk bangkit pada turnamen berikutnya. Keduanya berharap dapat segera menemukan kembali performa terbaik agar mampu bersaing secara konsisten di level internasional.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





