SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Ketapang ULIN dan Cargill Tanam 1.000 Pohon di Ketapang, Dorong Restorasi Sungai Bangkul Besar

ULIN dan Cargill Tanam 1.000 Pohon di Ketapang, Dorong Restorasi Sungai Bangkul Besar

ULIN dan Cargill Tanam 1.000 Pohon di Ketapang, Dorong Restorasi Sungai Bangkul Besar. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Ketapang (Suara Kalbar) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, ULIN (Usaha Lestari Negeri) bersama dengan Cargill sebagai mitra strategis melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon secara partisipatif di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan yang digelar pada 30 April 2026 ini menyasar kawasan konservasi Sempadan Sungai Bangkul Besar sebagai wujud nyata restorasi ekosistem yang didukung penuh oleh program tanggung jawab sosial Cargill.

Sebanyak 1.000 batang bibit pohon yang terdiri dari Sengon (Falcataria moluccana), Jabon (Anthocephalus cadamba), dan Trembesi (Samanea saman) akan ditanam di sepanjang bantaran kanan-kiri Sungai Bangkul Besar. Penanaman ini dirancang sebagai strategi vital untuk memulihkan fungsi hidrologis, meningkatkan serapan karbon, serta menjaga keanekaragaman hayati di kawasan sempadan sungai.

Dukungan penuh dari CSR Cargill dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketahanan ekosistem.

“Kegiatan ini bukan sekadar penanaman seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk ketahanan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui kolaborasi dengan CSR Cargill, ULIN berkomitmen memastikan bahwa restorasi yang kami lakukan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal agar mampu mengelola sumber daya hutan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Petrus Suwito selaku Direktur Eksekutif ULIN.

Untuk memastikan tingkat hidup dan pertumbuhan tanaman, tim teknis ULIN bersama perwakilan Cargill akan melaksanakan monitoring dan evaluasi berkala pada 1, 3, dan 6 bulan pasca penanaman.
Melalui momentum Hari Bumi 2026, ULIN dan Cargill mengajak seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat luas untuk terus berkolaborasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta mendorong transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif.

Penulis: Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play