Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas di Polres Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan penelitian di Mapolres Mempawah Polda Kalbar, Selasa (10/3/2026).
Penelitian bertajuk “Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas” ini dipimpin Ketua Tim Puslitbang Polri, Kombes Pol Guno Pitoyo.
Ia didampingi anggota tim Pembina Tk. I Ahmad Munif, Penata Puji Aprilta Sari, serta narasumber eksternal Prof. Dr. Drs. Suryadi dari FMIPA Universitas Indonesia.
Turut hadir, Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono.
Dan menariknya, kegiatan diikuti personel dari Polres Mempawah dan Polres Landak.
Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Guno Pitoyo menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan penggunaan Almatsus Dalmas di lingkungan Polri, baik di tingkat pusat maupun kewilayahan.
“Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana efektivitas penggunaan Almatsus Dalmas dalam mendukung penanganan aksi unjuk rasa yang berpotensi konflik, sehingga dapat dilaksanakan secara profesional, humanis, dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Almatsus Dalmas merupakan peralatan yang dirancang khusus untuk mendukung pengendalian massa secara bertahap dengan pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis.
Peralatan tersebut meliputi perlengkapan perlindungan diri seperti helm, tameng, masker gas air mata, dan body protector.
Selain itu juga terdapat kendaraan taktis seperti AWC, APC, RAISA dan security barrier, serta senjata non-mematikan seperti gas air mata, tongkat, dan megaphone.
“Dengan dukungan Almatsus Dalmas yang memadai, personel di lapangan dapat melaksanakan tugas pengendalian massa dengan lebih aman dan terukur, sekaligus menjaga ketertiban masyarakat serta hak demokrasi warga negara,” tambahnya.
Meski demikian, dalam implementasinya masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan, di antaranya keterbatasan jumlah peralatan, kondisi peralatan yang tidak optimal, ketidaksesuaian dengan eskalasi situasi, kurangnya pemeliharaan rutin, hingga kebutuhan peningkatan pelatihan personel dalam penggunaan Almatsus Dalmas.
Dalam kesempatan yang sama, Puslitbang Polri juga melaksanakan penelitian terkait peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan.
Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya dalam meningkatkan produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan strategis.
Menurut Kombes Pol Guno Pitoyo, Polri tidak hanya berperan dalam aspek pengamanan, tetapi juga terlibat dalam mendukung ketahanan pangan melalui berbagai program.
“Polri kini juga berperan sebagai fasilitator dan penggerak di lapangan, mulai dari pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung, pengawasan distribusi pangan, hingga penempatan Bintara Kompetensi Khusus di bidang pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut di wilayah hukumnya.
“Kami sangat mendukung kegiatan penelitian dari Puslitbang Polri ini. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan guna meningkatkan profesionalisme Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Jonathan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pengisian kuesioner secara daring kepada responden internal Polri yang menggunakan Almatsus Dalmas, serta wawancara mendalam kepada para informan yang pernah maupun sedang menangani peralatan tersebut.
Kegiatan penelitian oleh Tim Puslitbang Polri di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni pada 9 hingga 12 Maret 2026.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






