221 Kepala Keluarga Desa Sebente Terima Bantuan Sosial Terdampak Covid-19
![]() |
| Salah satu penerima bantuan.[Suarakalbar/Kurnady] |
Bengkayang (Suara Kalbar) – Sejumlah bantuan telah diterima oleh masyarakat di dua dusun dan empat rukun tetangga di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang.
Hal itu ditegaskan oleh Kepala Desa Sebente Tino, saat ditemui Suarakalbar.co.id, Sabtu (30/5/2020).
“Yang baru saja kami disalurkan yakni Bantuan Langsung Tunai atau BLT untuk 94 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari dua dusun dan 4 Rt, yakni di dusun Sebente Atas masuk Rt.01 dan Rt.02 serta dusun Pelai Kandang yang masuk di Rt 03 dan Rt 04,” katanya.
Besarnya bantuan untuk tahap pertama tanggal 29 Mei 2020 sudah disalurkan Rp.600.000 x 94 kepala keluarga atau total Rp.56.400.000
Kemudian yang tahap kedua akan disalurkan berdasarkan laporan tahap pertama sudah disampaikan, begitu juga tahap ketiga.
“Untuk penyaluran BLT kali ini tidak ada kendala di Desa Sebente karena semuanya berjalan lancar, karena warga kami merasa bersyukur atas pemberian bantuan dari Pemerintah ditengah adanya Pandemi Covid-19,” jelasnya.
Dari Keseluruhan sebanyak 234 KK se Desa Sebente, sedikitnya 221 kk sudah terima bantuan, yaitu BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) sebanyak 18 orang, PKH (Program Keluarga Harapan) sebanyak 44 orang, Kartu Pra Kerja sebanyak 2 orang, Bantuan Kartu Sembako sebanyak 5 orang, BST (Bantuan Sosial Tunai) sebanyak 58 orang dan 94 kk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa tahun 2020.
“Semua bantuan yang disalurkan kepada masyarakat itu tidak boleh double. Sehingga ada 94 yang belum bantuan sebelumnya, kini menerima BLT makanya mereka menerima bantuan,” ucapnya.
Selain itu, perlu di ketahui bersama bahwa dari 94 KK yang terima BLT sebanyak 17 KK diberikan bantuan BLT bersyarat karena mereka punya usaha seperti sembako yang juga punya dampak Covid-19, walaupun punya bus juga terima bantuan dengan surat pernyataan dan itu diperbolehkan berdasarkan hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada 22 Mei 2020 lalu.
“Jadi di Desa Sebente hanya PNS, TNI/Polri dan perangkat desa saja yang tidak terima seluruh bantuan itu,” ungkapnya.
“Karena ada 17 kk penerima bantuan khusus, maka kami dari desa memberikan tanda khusus yang ditempel berupa stiker pada rumah warga yang cukup baik, dengan tujuan membedakan bantuan yang diberikan, walaupun tergolong mampu akan tetapi terdampak covid-19 juga,” tambahnya lagi.
Karena 17 KK ini menerima BLT yang diberikan, maka bantuan disalurkan, jika ditolak maka akan dikembalikan kepada negara.
“Bantuan dari Pemerintah ini, kami salurkan secara adil, dalam artian adil itu bukan berarti sama rata, akan tetapi seluruh bantuan diberikan secara berimbang,” bebernya.
” Mulai dari BLT, Pra Kerja dan BST di diberikan cuma selama 3 bulan sedangkan PKH dan BPNT akan diberikan terus, hal itu selagi progam Pemerintah masih ada, maka akan terus diberikan,” terang Tino.
Adapun Validasi dan penetapan penerima Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD), Desa Sebente, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, pada hari Jumat (29/5/2020) sejumlah 94 Kepala Keluarga.
Tino kembali menyebutkan, sebanyak ada 234 Kepala Keluarga di Desa Sebente pada masa pandemi covid-19 ini sudah merata mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
“Penerima PKH 44 KK, Bantuan Sosial Tunai (BST) 58 KK, Penerima Kartu Keluarga Sejahtera 5 KK, Kartu Prakerja 2 KK, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 18 KK, BLT-DD 94 KK. Jika jumlah penerima bantuan pemerintah di kurangi jumlah seluruh KK di Desa Sebente tersisa 13 KK yang tidak menerima. 13 KK ini mereka yang berprofesi PNS, TNI-Polri, dan Perangkat Desa,” ulas Tino lagi.
Tino juga menjelaskan, mengenai 17 bangunan rumah tangga yang ditempel stiker dan viral di media sosial sebenarnya adalah kelompok masyarakat penerima BLT-DD bersyarat.
“Kembali kami tegaskan bahwa itu untuk kami bisa memilah yang betul-betul memenuhi persyaratan miskin, tidak mungkin sudah tau bahwa warga kita itu miskin lalu tempelkan stiker. Kalo merasa rumahnya bagus, perekonomiannya bagus, punya warung, tapi terdampak covid-19 ya itulah supaya kami bisa membedakan, stiker itu bukan syarat multlak. Yang mutlak adalah 14 kriteria itu. Misal contoh yang terdampak, saya punya mobil tapi saya kredit selama covid-19 terjadi saya tidak mampu bayar mobil saya, ini salah satu danpak, mungkin orang itu lihat saya senang, tapi orang tidak tahu perekonomian saya lemah,” ujarnya.
Terpisah sebaran bantuan Pemerintah untuk warga miskin dan terdampak covid-19 mendapat tanggapan dari Paulus Dijon, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Sebente.
“Saya sebagai Ketua BPD, sudah sesuailah dengan kriteria dan hasil kesepakatan Musyawarah khusus pada 22/5/2020, dipimpin saya sendiri, kita sudah menyepakati bawah anggaran DD-nya itu berjumlah 800 Juta, disalurkan keanggaran covid-19 sekitar 25 persen jadi total sekitar lebih 200 juta, saya kira data-data yang dipaparkan pak kades tadi sudah sesuai. Tidak ada program-program yang berjalan sendiri,” tegas Dijon.
Sementara Mariana seroang warga RT 01 Desa Sebente, selaku penerima BLT-DD mengaku senang. Karena menurutnya akhir-akhir ini merasa kesulitan mencari nafkah untuk keluarganya.
“Uang ini untuk saya beli beras pak,” tuturnya dengan raut muka berseri-serindan gembira.
BERIKUT RINCIAN DATA JUMLAH KEPALA KELUARGA PENERIMA BANTUAN DI DESA SEBENTE KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT :
Jumlah Penduduk 234 Kepala Keluarga
Penerima Bantuan Sosial berupa:
1. PKH =[44 KK
2. BST =[58 KK
3. KKS sembako = 5 KK
4. KP = 2 KK
5. BPNT = 18 KK
6. BLT = 94 KK
Total 221 Kepala Keluarga
Jadi Sisa Sebanyak 13 KK merupakan Perangkat Desa, BPD dan PNS, TNI/Polri yang tidak mendapatkan bantuan sosial.
Penulis : Nadi
Editor : Diko Eno





