SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Sering Terbangun di Jam yang Sama Setiap Malam? Ini Penjelasan Medisnya

Sering Terbangun di Jam yang Sama Setiap Malam? Ini Penjelasan Medisnya

Ilustrasi tidur di kasur empuk. (Freepik/Stockking)

Jakarta (Suara Kalbar)- Sering terbangun pada waktu yang sama setiap malam? Fenomena ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari stres, suhu ruangan, hingga gangguan kesehatan.

Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk mengatur pola tidur yang disebut ritme sirkadian. Ketika mekanisme ini terganggu, kualitas tidur pun bisa menurun dan menyebabkan seseorang terbangun tiba-tiba di malam hari.

1. Waktu Tidur yang Tidak Teratur

Kebiasaan tidur pada jam yang sama setiap malam dapat memengaruhi pola bangun Anda. Misalnya, seseorang yang terbiasa tidur pukul 22.00 dan memiliki durasi tidur enam jam mungkin akan otomatis terbangun pukul 04.00.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terbangun pada jam yang sama setiap malam karena berada di antara fase tidur dan terjaga. Dalam fase ini, seseorang bisa berguling, membuka mata, lalu tertidur kembali tanpa sadar.

2. Gangguan Ritme Biologis

Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun selama 24 jam. Ritme ini diatur oleh bagian otak yang disebut nukleus suprakiasmatik di hipotalamus anterior. Selain memengaruhi pola tidur, ritme sirkadian juga mengontrol suhu tubuh, metabolisme, dan produksi hormon.

Paparan cahaya alami, terutama saat fajar, membantu menyinkronkan ritme ini. Ketika ritme sirkadian terganggu, misalnya karena kurang cahaya alami atau tidur tidak teratur, Anda bisa sering terbangun di malam hari.

3. Stres dan Gangguan Kecemasan

Stres merupakan salah satu penyebab utama insomnia dan sering terbangun di malam hari. Peningkatan hormon stres dapat memicu lonjakan tekanan darah dan detak jantung, membuat tubuh sulit kembali rileks. Pada penderita gangguan kecemasan, kondisi ini bisa terjadi berulang kali dan menurunkan kualitas tidur.

4. Nokturia (Sering Buang Air Kecil di Malam Hari)

Nokturia adalah kondisi di mana seseorang sering terbangun karena ingin buang air kecil. Penyebabnya bisa beragam, seperti diabetes, pembesaran prostat, tekanan darah tinggi, sleep apnea, atau konsumsi cairan berlebih sebelum tidur. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini sebaiknya diperiksakan ke dokter karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius.

5. Masalah Pencernaan

Gangguan seperti GERD (refluks asam lambung), hernia hiatus, atau gastritis dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang membangunkan Anda di malam hari. Tidur dalam posisi tertentu, misalnya telentang dengan kepala rendah, dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas di dada.

Mengatur posisi tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi dapat membantu mencegah gejala ini.

6. Penuaan dan Perubahan Fisiologis

Seiring bertambahnya usia, sensitivitas ritme sirkadian menurun. Hal ini menyebabkan lansia lebih sering terbangun di malam hari. Kondisi seperti apnea tidur, insomnia, dan sindrom kaki gelisah juga lebih umum terjadi pada kelompok usia lanjut.

Selain itu, perubahan struktur saluran napas bagian atas dapat memperburuk gangguan tidur seperti sleep apnea.

7. Suhu dan Kebisingan Lingkungan

Faktor eksternal seperti kebisingan dan perubahan suhu ruangan juga berpengaruh besar terhadap kualitas tidur. Suara kereta, kendaraan, atau bahkan suara AC yang menyala-mati bisa membuat Anda terbangun tanpa sadar.

Pada musim dingin, suhu kamar yang terlalu rendah dapat membuat Anda terbangun untuk mencari kehangatan. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi atau penggunaan selimut tebal juga dapat mengganggu kenyamanan tidur.

Terbangun di tengah malam bisa disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Menjaga rutinitas tidur, mengelola stres, serta memastikan lingkungan kamar yang nyaman dan tenang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur Anda. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan