SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Kapolres Melawi Tinjau Ladang Jagung Poktan Karunia Tani

Kapolres Melawi Tinjau Ladang Jagung Poktan Karunia Tani

Kapolres Melawi menyambangi petani jagung.[SUARAKALBAR.CO.ID/Dea K Wardhana]

Melawi (Suara Kalbar) – Di Dusun Batu Ampar, Kecamatan Belimbing, hijau jagung membentang sejauh mata memandang. Di antara daun-daun lebar yang bergoyang diterpa angin, terdengar suara serangga dan desau dedaunan—suara alam yang menjadi teman setia para petani sejak pagi buta.

Pagi itu, Rabu (13/8/2025), langkah kaki Kapolres Melawi Polda Kalbar, AKBP Harris Batara Simbolon, menapaki pematang disambut Rintik hujan memanah bumi.

Ia tidak datang sendirian. Di sisinya ada Kabag SDM Kompol Widaya, Kasie Propam Ipda Jefri Manurung, Kapolsek Belimbing Iptu Jamidi, Personel Polsek Belimbing, serta Polisi Penggerak Ketahanan Pangan Aipda Margorentus.

Mereka tidak membawa senjata, melainkan senyum dan sapa hangat untuk para petani dari Kelompok Tani (Poktan) Karunia Tani yang dipimpin Yudi Priyanto.

Yudi, dengan tangan yang sedikit kapalan akibat cangkul dan sabit, menyambut rombongan. Di matanya, kedatangan korps Bhayangkara itu bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk penghargaan terhadap kerja keras petani.

“Kami ingin memastikan tanaman jagung Poktan Karunia Tani tumbuh baik. Pemantauan langsung seperti ini penting untuk melihat progres di lapangan,” ujar Kapolres sambil menunduk, meraih segenggam tanah dari sela-sela batang jagung, lalu melepaskannya kembali.

Jagung ini bukan sekadar tanaman. Ia adalah harapan. Setiap batang yang tumbuh adalah hasil dari doa di subuh hari, keringat di bawah terik matahari, dan keyakinan bahwa bumi akan memberi makan bagi siapa yang merawatnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap Asta Cita Program Ketahanan Pangan Presiden Republik Indonesia.

Dengan lahan yang subur dan perawatan yang telaten, panen raya di kuartal IV tahun 2025 bukan hanya target—tapi janji yang perlahan mendekat.

Bagi Yudi dan kawan-kawan, kehadiran polisi di ladang adalah pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Ada pihak yang peduli, yang ikut menunggu masa panen tiba, dan yang percaya bahwa pangan adalah kekuatan sebuah bangsa.

“Lahan Poktan Karunia Tani tumbuh baik. Harapan kita bersama, jagung ini terjaga hingga panen,” pungkas Kapolres berperawakan low profile ini.

Dan di tengah hijau yang menenangkan itu, jagung-jagung muda seakan bergoyang pelan, seolah ikut mengangguk pada janji yang baru saja diucapkan, janji untuk terus menjaga tanah, tanaman, dan harapan yang tumbuh bersamanya.

Penulis: Dea Kusumah Wardhana

Komentar
Bagikan:

Iklan