SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Krisis Cip Memori Tekan Industri Smartphone, Apple dan Samsung Dinilai Paling Tangguh

Krisis Cip Memori Tekan Industri Smartphone, Apple dan Samsung Dinilai Paling Tangguh

iPhone 17 (Phone Arena)

Suara Kalbar – Krisis pasokan cip memori yang melanda industri teknologi global mulai memberikan dampak signifikan terhadap pasar smartphone. Namun, di tengah tekanan tersebut, produsen ponsel premium seperti Apple dan Samsung dinilai memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan para pesaing yang bermain di segmen menengah dan bawah.

Laporan terbaru dari lembaga riset pasar Counterpoint Research menunjukkan bahwa gangguan rantai pasok semikonduktor berpotensi menekan pengiriman smartphone global sepanjang 2026. Meski demikian, sejumlah merek besar masih mampu mempertahankan performa bisnis berkat pasokan komponen yang lebih stabil dan margin keuntungan yang lebih tinggi.

Apple menjadi salah satu perusahaan yang dinilai paling siap menghadapi situasi tersebut. Pada kuartal pertama 2026, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Kinerja positif tersebut didorong oleh tingginya minat konsumen untuk melakukan pembaruan perangkat ke seri terbaru, yakni iPhone 17. Permintaan yang tetap kuat membuat Apple mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar.

Counterpoint memperkirakan pengiriman perangkat Apple sepanjang tahun ini akan relatif stabil. Bahkan, perusahaan tersebut diproyeksikan kembali mencatat pertumbuhan sekitar 5 persen pada tahun depan.

Keunggulan Apple dinilai tidak hanya berasal dari kekuatan merek, tetapi juga dari kemampuan perusahaan mengamankan pasokan cip dan komponen penting lainnya. Kondisi itu memberikan ruang bagi Apple untuk memperluas pangsa pasar tanpa harus melakukan penyesuaian harga yang signifikan.

Situasi serupa juga dialami Samsung Electronics. Produsen teknologi asal Korea Selatan tersebut mampu mempertahankan volume penjualan smartphone pada kuartal pertama 2026 meskipun pasar sedang menghadapi tekanan.

Sepanjang tahun ini, pengiriman smartphone Samsung diperkirakan hanya mengalami penurunan sekitar 4 persen. Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan rata-rata penurunan yang diproyeksikan terjadi di pasar global.

Analis menilai stabilitas pasokan komponen serta keberagaman lini produk menjadi faktor utama yang membantu Samsung bertahan di tengah krisis cip memori.

Di sisi lain, produsen yang berfokus pada smartphone dengan harga terjangkau diperkirakan menghadapi tantangan yang lebih berat. Kenaikan biaya produksi akibat kelangkaan cip membuat ruang keuntungan mereka semakin terbatas.

Counterpoint memperkirakan pengiriman perangkat milik Transsion Holdings dapat merosot hingga 32 persen sepanjang 2026. Penurunan juga diprediksi dialami Xiaomi sebesar 28 persen dan Honor sekitar 20 persen.

Secara keseluruhan, pengiriman smartphone global tahun ini diproyeksikan turun 13,9 persen menjadi sekitar 1,08 miliar unit. Penurunan tersebut mencerminkan besarnya dampak krisis cip terhadap industri perangkat seluler dunia.

Kelangkaan cip memori paling terasa pada segmen smartphone kelas bawah dan menengah. Produsen semikonduktor saat ini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksinya untuk memenuhi lonjakan permintaan cip yang digunakan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Akibatnya, produksi komponen untuk smartphone entry-level menjadi kurang prioritas karena dinilai memberikan keuntungan yang lebih rendah dibandingkan pasar AI yang tengah berkembang pesat.

Analis utama Counterpoint Research, Wang Yang, menilai produsen smartphone di segmen bawah kini berada dalam posisi yang sulit.

Menurutnya, perusahaan harus menghadapi kenaikan biaya produksi di satu sisi, sementara di sisi lain daya beli konsumen belum cukup kuat untuk menerima kenaikan harga produk secara signifikan.

Kondisi tersebut diperkirakan akan terus membentuk ulang persaingan industri smartphone dalam beberapa tahun ke depan. Produsen dengan rantai pasok yang kuat, kemampuan finansial besar, dan basis pelanggan loyal diperkirakan akan lebih mudah bertahan dibandingkan pemain yang mengandalkan volume penjualan tinggi pada segmen harga murah.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play