Cerita Aiptu Nurdin di Mempawah: Nyaris Tertimpa Pohon Terbakar saat Jinakkan Karhutla
Mempawah (Suara Kalbar) – Kobaran api dan kepulan asap tebal tak selalu membuat seseorang memilih mundur.
Bagi Aiptu Nurdin, keselamatan masyarakat dan upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi alasan untuk terus bertahan di tengah kepungan api.
Kasubsektor Sadaniang Polsek Toho Polres Mempawah itu kembali turun langsung membantu pemadaman Karhutla di wilayah Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah.
Di tengah lahan yang terbakar, api terlihat menjalar dengan cepat. Kobaran yang tinggi disertai asap tebal membuat jarak pandang terbatas dan medan pemadaman menjadi semakin sulit.
Namun kondisi tersebut tak menyurutkan langkah Aiptu Nurdin. Bersama Tim BPBD Mempawah dan personel lainnya, ia terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya, membantu mengarahkan selang dan berupaya menjinakkan api yang terus membakar lahan.
Bahkan, dalam menjalankan tugas tersebut, Aiptu Nurdin mengaku nyaris tertimpa pohon yang tumbang akibat terbakar.
Peristiwa itu terjadi ketika dirinya membantu tim menarik selang pemadam melewati area yang dikepung kobaran api.
“Hampir saya tertimpa pohon yang tumbang akibat terbakar, saat membantu tim menarik selang air pemadam di antara api besar yang menjalar di lahan yang ada,” ungkapnya, Senin (31/2026).
Meski menghadapi risiko tersebut, Aiptu Nurdin memilih tetap berada di lokasi dan melanjutkan upaya pemadaman bersama tim.
Baginya, Karhutla bukan hanya persoalan api yang harus dipadamkan. Lebih dari itu, kebakaran lahan juga dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan dan aktivitas warga.
Karena itu, ia berharap upaya bersama yang dilakukan petugas dan masyarakat dapat segera membuahkan hasil.
“Semoga api segera padam dan hujan segera turun. Kita juga tetap mengimbau masyarakat untuk bahu-membahu mencegah Karhutla dengan tidak membakar lahan,” ujarnya.
Aiptu Nurdin juga mengajak masyarakat tidak hanya bergerak ketika api sudah membesar. Menurutnya, pencegahan dan mitigasi harus dilakukan bersama-sama sejak dini.
“Mari bergotong royong bersama turun melakukan pencegahan dan mitigasi Karhutla di wilayah masing-masing,” pesannya.
Di tengah panasnya kobaran api, sosok Aiptu Nurdin menjadi gambaran sederhana tentang pengabdian: tetap melangkah meski bahaya mengintai, demi memastikan api tidak semakin meluas dan masyarakat tetap terlindungi.
Penulis: Tim/Alek Candra
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






