SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Karhutla Belum Padam, Santri Ponpes Al Qomar Mempawah Menengadah Memohon Hujan

Karhutla Belum Padam, Santri Ponpes Al Qomar Mempawah Menengadah Memohon Hujan

Keluarga besar Ponpes Al Qomar, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, saat menggelar Sholat Istisqa, Selasa (1/9/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Ist]

Mempawah (Suara Kalbar) – Di tengah kondisi kemarau dan ancaman karhutla, keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qomar, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, menggelar Sholat Istisqa, Selasa (1/9/2026) pagi.

Sholat Istisqa berjamaah dilaksanakan sekitar pukul 07.30 WIB di halaman Ponpes Al Qomar.

Ratusan santri, tenaga pendidik serta sejumlah unsur pemerintahan dan aparat hadir dalam ikhtiar bersama tersebut.

Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan ampunan, diturunkan hujan sebagai rahmat, serta dijauhkan dari berbagai bencana dan musibah.

Pimpinan Ponpes Al Qomar, KH Muhammad Khoiri, hadir sekaligus bertindak sebagai imam dan khatib dalam pelaksanaan Sholat Istisqa.

Turut hadir Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan, Plt Camat Mempawah Hilir Syamsul Rizal, personel Koramil 1201-03/Mempawah, personel Polsek Mempawah Hilir, para ustadz dan ustadzah, serta santri dan santriwati Ponpes Al Qomar.

Suasana berlangsung khidmat. Para jamaah bersama-sama memanjatkan doa dan memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat.

Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan mengapresiasi pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat akibat kemarau dan karhutla.

“Ini merupakan bentuk ikhtiar bersama agar karhutla cepat berakhir dan kehidupan masyarakat cepat normal kembali,” ujar Edi Marwan.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut mendapat ridha Allah SWT, sehingga hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik.

“Semoga Allah Ta’ala menurunkan rahmat dan hujan,” harapnya.

Sholat Istisqa itu pun menjadi pengingat bahwa menghadapi kemarau dan karhutla bukan hanya membutuhkan upaya penanganan di lapangan, tetapi juga ikhtiar batin melalui doa dan memohon pertolongan kepada Sang Pencipta.

Penulis: Distra

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play