SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Melawi Kebakaran Lahan di Nanga Kayan Melawi Meluas 20 Hari, Warga Minta Penanganan Serius

Kebakaran Lahan di Nanga Kayan Melawi Meluas 20 Hari, Warga Minta Penanganan Serius

Kebakaran Lahan di Nanga Kayan Melawi Meluas 20 Hari, Warga Minta Penanganan Serius

Melawi (Suara Kalbar) – Kebakaran lahan di wilayah Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dilaporkan telah berlangsung sekitar 20 hari dan meluas hingga ke lahan milik warga.

Api yang menurut keterangan sejumlah warga diduga pertama kali muncul dari area yang berbatasan dengan kawasan perusahaan PT Rafi Kamajaya tersebut kemudian merembet ke sejumlah lahan masyarakat. Kondisi itu membuat warga khawatir karena kobaran api terus meluas dan mulai mengarah ke kawasan permukiman.

Dampak kebakaran juga dirasakan warga di Dusun Istana, RT Bajong, Desa Nanga Kayan, serta wilayah Desa Sopan Tonak, Kecamatan Belimbing. Luas lahan yang terbakar ditaksir telah mencapai ratusan hektare.

Warga berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong dengan peralatan seadanya. Namun, keterbatasan peralatan dan kondisi lahan membuat upaya tersebut belum mampu sepenuhnya mengendalikan kebakaran.

Warga Keluhkan Minimnya Bantuan

Tono, warga RT Bajong, mengatakan titik api diduga berasal dari area perusahaan PT Rafi Kamajaya sebelum kemudian merembet ke kawasan milik masyarakat.

“Yang kami sesalkan juga upaya penanganan dan kerja sama dari perusahaan PT Rafi Kamajaya dengan masyarakat kurang. Apalagi pihak desa, kecamatan maupun BPBD tidak ada tim ataupun robin yang dapat digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Tono, masyarakat membutuhkan dukungan peralatan pemadam agar upaya pemadaman dapat dilakukan lebih efektif.

“Kami sangat berharap ada bantuan diberikan sehingga memudahkan dalam pemadaman,” katanya.

Hal senada disampaikan Supandi, warga Desa Sopan Tonak. Ia menyebut kebakaran terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Desa Nanga Kayan dan kemudian bergerak menuju kawasan Desa Sopan Tonak, Kecamatan Belimbing.

“Titik api area berbatasan dengan Desa Nanga Kayan. Mulai titik api berasal dari area perusahaan PT Rafi Kamajaya yang ada di Desa Nanga Kayan hingga menuju ke arah Desa Sopan Tonak, Kecamatan Belimbing,” ungkapnya.

Sementara itu, Palen, warga Bajong, mengaku kecewa karena penanganan kebakaran dinilai belum maksimal. Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun langsung membantu masyarakat.

“Banyak lahan warga yang ada di Desa Nanga Kayan dan Sopan Tonak terdampak, tapi tidak ada tindak lanjut dari Manggala Agni maupun pemerintah daerah serta BPBD membantu warga,” tegasnya.

Palen mengatakan masyarakat selama ini mengandalkan gotong royong untuk memadamkan api. Mereka berharap bantuan berupa mesin pompa air atau robin, selang, serta personel pemadam segera dikirim ke lokasi.

“Terpaksa masyarakat mengandalkan upaya gotong royong. Kejadian ini telah berlangsung kurang lebih 20 hari, dari tanggal 5 Agustus 2026 sampai sekarang tidak ada satu pun bantuan tenaga ataupun barang berupa robin yang datang,” ujarnya.

Asap Ganggu Aktivitas Warga

Kebakaran lahan juga menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Asap tebal dilaporkan berdampak terhadap jarak pandang dan kenyamanan warga, sementara kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia menjadi pihak yang paling dikhawatirkan terdampak.

Warga meminta penanganan tidak hanya dilakukan ketika api telah meluas, tetapi juga disertai upaya memastikan sumber api dan penyebab kebakaran dapat ditelusuri secara menyeluruh.

Setidaknya terdapat tiga tuntutan utama masyarakat, yakni percepatan penanganan oleh BPBD, Manggala Agni dan pihak perusahaan; bantuan peralatan berupa mesin robin, selang serta personel pemadam; serta evaluasi terhadap dugaan titik awal kebakaran dan tanggung jawab pihak terkait apabila ditemukan pelanggaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT Rafi Kamajaya, BPBD Kabupaten Melawi maupun pemerintah kecamatan mengenai dugaan titik awal kebakaran, luas lahan terdampak, serta langkah penanganan yang telah dilakukan.

Keterangan mengenai dugaan sumber api dalam berita ini merupakan pernyataan warga dan masih memerlukan verifikasi serta penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play