SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Tertinggal 18-20, Mayla Cahya Curi 4 Poin Beruntun dan Menang di POLYTRON Pontianak International Challenge

Tertinggal 18-20, Mayla Cahya Curi 4 Poin Beruntun dan Menang di POLYTRON Pontianak International Challenge

Tertinggal 18-20, Mayla Cahya Curi 4 Poin Beruntun dan Menang di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Pontianak (Suara Kalbar) – Perjuangan penuh tekanan dilalui tunggal putri Indonesia, Mayla Cahya Afilian Pratiwi, saat tampil di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Sempat mengalami nyeri pada lutut, Mayla tetap mampu menjaga fokus hingga mengamankan kemenangan atas wakil India, Tanvi Reddy Andluri.

Dalam pertandingan babak 64 besar (WS-R64) yang berlangsung di Pontianak, Rabu (26/8/2026), Mayla harus bekerja keras sebelum akhirnya menang dua gim langsung dengan skor 21-16, 22-20.

Sejak gim pertama, Mayla tampil agresif dan berusaha mengontrol jalannya pertandingan. Pemain Indonesia itu mengaku sudah memiliki gambaran mengenai kondisi lapangan karena sebelumnya melakukan latihan di arena pertandingan.

“Tadi pertandingan pertama, saya lumayan cukup menguasai lapangan karena kemarin sudah latihan juga, sedikit banyak sudah tahu kondisi lapangan,” kata Mayla, Rabu (26/8/2026).

Tanvi memberikan perlawanan melalui serangan-serangan yang menjadi salah satu kekuatannya. Mayla pun memilih bermain cepat untuk meredam permainan lawan dan membatasi kesempatan Tanvi mendapatkan bola-bola atas.

“Lawan tadi kelebihannya di serangannya yang bagus jadi saya coba terus untuk membatasi bola atas dengan bermain cepat,” ujarnya.

Memasuki gim kedua, pertandingan berlangsung semakin ketat. Setelah interval, Mayla sempat mengalami masalah ketika lututnya terbentur. Rasa nyeri tersebut cukup mengganggu pergerakannya di lapangan.

Situasi semakin sulit ketika Mayla tertinggal 18-20. Dalam kondisi tertekan dan harus menghadapi rasa sakit, ia dituntut tetap tenang untuk menjaga peluang memenangkan pertandingan.

Alih-alih kehilangan fokus, Mayla justru mampu bangkit. Ia merebut empat poin secara beruntun untuk membalikkan keadaan sekaligus menutup gim kedua dengan kemenangan 22-20.

“Di gim kedua setelah interval, lutut saya sempat terbentur dan cukup mengganggu permainan saya karena menimbulkan nyeri. Tertinggal 18-20 tapi bisa dapat 4 poin beruntun karena saya tidak memikirkan rasa sakitnya tapi fokus terus ke pola permainan,” kata Mayla.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Mayla dalam kiprahnya di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari persiapannya menghadapi agenda yang lebih besar.

Mayla menyebut keikutsertaannya di Pontianak memiliki dua target penting, yakni mematangkan persiapan menuju Kejuaraan Dunia Junior sekaligus mengumpulkan poin untuk memperbaiki posisi di peringkat dunia.

“Turnamen ini sangat penting untuk saya, selain sebagai persiapan ke Kejuaraan Dunia Junior juga untuk meningkatkan ranking,” tuturnya.

Kemenangan atas Tanvi membuat Mayla melangkah ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri yang lebih besar. Perjuangan di Pontianak pun menjadi kesempatan bagi pemain muda Indonesia tersebut untuk menguji konsistensi, mental bertanding, sekaligus mengejar target peningkatan ranking.

Penulis: Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play