Dari Pena ke Gelar Kehormatan, Dian Sastra Sandang Datok Petinggi Warta Keraton Amantubillah
Mempawah (Suara Kalbar)- Malam itu menjadi salah satu momen istimewa bagi jurnalis Dian Sastra. Di tengah kemegahan tradisi dan nuansa adat Keraton Amantubillah Kesultanan Mempawah, Selasa (11/8/2026) malam, Kepala Biro Mempawah Suarakalbar.co.id, Dian Sastra menerima gelar kehormatan Datok Petinggi Warta.
Gelar tersebut menjadi sebuah penghormatan yang tidak hanya melekat pada sosok Dian sebagai seorang jurnalis, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam dunia pemberitaan dan informasi di Kabupaten Mempawah.
Mengenakan busana adat bernuansa hijau lengkap dengan atribut tradisional, Dian menerima secara langsung penghormatan tersebut dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat.
Momen penyerahan gelar juga diabadikan bersama sejumlah tokoh dan keluarga besar keraton.
Bagi Dian Sastra, gelar Datok Petinggi Warta memiliki makna tersendiri. Sebagai seorang jurnalis, ia selama ini berkecimpung dalam dunia pers dan menjalankan tugasnya menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.
Dian Sastra sendiri diketahui menjabat sebagai Kepala Biro Suara Kalbar Kabupaten Mempawah.
Perannya sebagai jurnalis membuatnya bersentuhan langsung dengan berbagai dinamika masyarakat, mulai dari pemerintahan, sosial, budaya hingga berbagai peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.
Di balik gelar kehormatan tersebut, terselip tanggung jawab untuk terus menjaga marwah informasi dan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Dian Sastra menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya melalui pemberian gelar kehormatan tersebut.
Ia berharap penghargaan itu tidak berhenti sebagai sebuah gelar, namun dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui kerja-kerja jurnalistik dan pemberitaan yang informatif.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan. Gelar ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik melalui tugas dan profesi saya sebagai jurnalis,” ujar Dian.
Baginya, dunia jurnalistik bukan sekadar tentang menyampaikan berita. Lebih jauh, seorang jurnalis memiliki peran untuk menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat—merekam peristiwa, menyuarakan aspirasi dan menghadirkan informasi yang dapat menjadi pengetahuan bagi publik.
Malam di Keraton Amantubillah pun menjadi catatan baru dalam perjalanan Dian Sastra. Dari sebuah pena yang sehari-hari menulis cerita masyarakat, kini lahir sebuah gelar kehormatan: Datok Petinggi Warta.
Sebuah gelar yang membawa kebanggaan, sekaligus pesan untuk terus menjaga kepercayaan dan amanah dalam setiap kabar yang disampaikan kepada masyarakat.
Penulis: Tim Liputan





