SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Sekda Kalbar Asyik Main Kelereng di Hari Anak Nasional, Ingatkan Pentingnya Hak Bermain

Sekda Kalbar Asyik Main Kelereng di Hari Anak Nasional, Ingatkan Pentingnya Hak Bermain

Tak Canggung Jongkok, Sekda Kalbar Main Kelereng Bersama Anak-anak. SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa

Pontianak (Suara Kalbar) —  Suasana peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di lingkungan Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (11/8/2026), berlangsung penuh keceriaan.

Di tengah riuh tawa anak-anak, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., justru terlihat larut dalam permainan tradisional. Ia berjongkok dan ikut bermain kelereng bersama anak-anak yang hadir.

Dengan serius, Harisson membidik sebuah kelereng kaca, kemudian menyentilkannya hingga mengenai sasaran. Aksi sederhana itu langsung disambut sorak-sorai dan tepuk tangan anak-anak yang berada di sekelilingnya.

Momen tersebut seolah membawa Harisson bernostalgia ke masa kecil. Namun, permainan kelereng itu bukan sekadar hiburan di tengah peringatan HAN.

Ada pesan yang ingin disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengenai pentingnya memberikan ruang kepada anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dunianya.

Harisson mengingatkan para orang tua, guru, dan lingkungan pendidikan agar tidak menghilangkan hak anak untuk bermain hanya karena tuntutan akademik yang semakin padat.

Menurutnya, bermain merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Melalui permainan, anak tidak hanya mendapatkan kesenangan, tetapi juga belajar bersosialisasi, melatih kemampuan motorik, memecahkan masalah, hingga mengelola emosi.

Pesan tersebut sejalan dengan konsep yang dihadirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPT Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat dalam rangkaian peringatan HAN ke-42.

Wahana permainan tradisional tempat Harisson bermain kelereng merupakan bagian dari kegiatan “Gelar Anak Khatulistiwa”, yang menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk bermain sekaligus mengenal kembali permainan tradisional.

Kepala UPT Taman Budaya Kalbar, Gabriel Manuel, M.Sn., menjelaskan bahwa penyediaan wahana permainan ini adalah bentuk aksi nyata dalam mendukung pemenuhan hak bermain anak.

“Pesan yang disampaikan Bapak Sekda sangat sejalan dengan visi kami. Itulah mengapa UPT Taman Budaya menginisiasi sesi khusus ‘Keliling Dunia dan Permainan Tradisional Anak-Anak’ dalam rundown hari ini,” ungkap Gabriel.

Sinergi antara dukungan moral dari Pemprov Kalbar dan eksekusi kreatif dari UPT Taman Budaya ini menjadikan perayaan HAN ke-42 bukan sekadar seremoni formal. Hari itu, pesan bahwa pemenuhan hak bermain sama pentingnya dengan perlindungan dan pendidikan anak, benar-benar tersampaikan lewat gelak tawa kebahagiaan mereka.

“Kami ingin mengembalikan anak-anak pada fitrahnya. Lewat permainan tradisional seperti kelereng, congklak, atau gasing, kami menyediakan ruang bagi mereka untuk bergerak bebas, tertawa lepas, berinteraksi tanpa batas layar gadget, sekaligus menumbuhkan kecintaan pada budaya lokal,”tutupnya.

Penulis: Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play