Apple Sempat Tembus Kapitalisasi Pasar US$ 5 Triliun, Cetak Sejarah Baru
Suara Kalbar – Apple mencatat sejarah baru setelah kapitalisasi pasarnya sempat menembus US$ 5 triliun untuk pertama kalinya pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
Pencapaian tersebut menjadikan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu sebagai perusahaan kedua di dunia yang berhasil mencapai valuasi US$ 5 triliun, setelah sebelumnya Nvidia menjadi perusahaan pertama yang mencetak rekor serupa.
Dikutip dari Reuters, saham Apple sempat melonjak hingga US$ 342,89 per lembar. Kenaikan itu mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mencapai sekitar US$ 5,036 triliun.
Meski demikian, pada penutupan perdagangan saham Apple terkoreksi ke level US$ 337,70 per saham sehingga nilai kapitalisasi pasarnya kembali turun menjadi sekitar US$ 4,96 triliun.
Kembali Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
Apple kembali menduduki posisi sebagai perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia setelah berhasil menyalip Nvidia pada awal bulan ini.
Sebelumnya, Nvidia memegang posisi tersebut sejak Juni 2025 berkat lonjakan permintaan terhadap chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sepanjang 2026, saham Apple telah menguat sekitar 24 persen, melampaui enam perusahaan teknologi lain yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven.
Kenaikan tersebut didorong oleh tingginya permintaan terhadap berbagai produk Apple serta strategi perusahaan yang dinilai berbeda dalam menghadapi persaingan teknologi AI.
Pilih Strategi AI yang Lebih Efisien
Berbeda dengan sejumlah raksasa teknologi yang menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data AI, Apple memilih pendekatan yang lebih efisien.
Perusahaan mengandalkan teknologi milik Google untuk mendukung sejumlah fitur AI terbaru, termasuk pembaruan asisten virtual Siri.
Strategi tersebut membuat Apple tidak perlu mengeluarkan belanja modal yang sangat besar untuk membangun infrastruktur AI, yang saat ini menjadi tantangan bagi banyak perusahaan teknologi global.
Selain itu, Apple juga mempertahankan harga iPhone pada peluncuran produk terbarunya, yang dinilai turut menjaga minat konsumen.
Di sisi lain, perusahaan menaikkan harga beberapa produk lain, seperti MacBook dan iPad, sembari menawarkan program cicilan guna menjaga daya beli pelanggan.
Pengalaman Pengguna Dinilai Jadi Kunci
Wakil Presiden sekaligus Principal Analyst Forrester, Dipanjan Chatterjee, menilai strategi Apple menunjukkan perusahaan lebih memprioritaskan pengalaman pengguna dibandingkan berlomba menggelontorkan investasi besar untuk AI.
“Apple telah menahan diri dari perlombaan belanja AI, dengan bertaruh bahwa pengalaman pelanggan, bukan investasi infrastruktur, yang pada akhirnya akan menentukan pemenang,” kata Chatterjee, dikutip dari Reuters.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek bisnis Apple, sehingga mendorong saham perusahaan terus menguat dan sempat membawa kapitalisasi pasarnya menembus level bersejarah US$ 5 triliun.
Sumber: Beritasatu.com






