SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Kubu Raya Prioritaskan Kebutuhan Air Bersih di Tengah Kekeringan

Kubu Raya Prioritaskan Kebutuhan Air Bersih di Tengah Kekeringan

Pertemuan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang digelar di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Jumat (11/9/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Diskominfo KKR

Kubu Raya (Suara Kalbar)  — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung. Kesiapan anggaran, dukungan operasional, hingga penyediaan sumber air baku menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penanganan karhutla dan kekeringan.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang digelar di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Jumat (11/9/2026).

Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan, anggaran bantuan penanggulangan bencana harus digunakan secara tepat dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.

Menurutnya, selain mendukung kebutuhan operasional penanganan bencana, pemerintah juga harus memperhatikan personel yang bekerja di lapangan, termasuk jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya.

Ia menilai dukungan terhadap petugas penting untuk menjaga semangat dan efektivitas kerja, mengingat intensitas penanganan karhutla dan kekeringan masih cukup tinggi.

“BPBD juga harus diperhatikan. Jangan sampai kita memikirkan yang lain, tetapi internal kita sendiri tidak terperhatikan,” ujar Sujiwo.

Pasokan Air Jadi Perhatian Utama

Sujiwo mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Ia memastikan pasokan air untuk masyarakat diupayakan tidak membebani anggaran bantuan, sedangkan kebutuhan operasional distribusinya tetap akan didukung pemerintah.

“Kita masih zero untuk penggunaan anggaran airnya. Kalau operasionalnya nanti kita back-up. Termasuk dengan Alas Kusuma, saya pastikan untuk airnya zero,” katanya.

Untuk memperkuat pasokan air, Pemkab Kubu Raya juga mengandalkan dukungan sejumlah pihak melalui kendaraan pengolahan air atau water treatment.

Sujiwo memperkirakan empat unit kendaraan pengolahan air yang berasal dari unsur Brimob, Pasgat/TNI AU, serta BP-BPK dapat menghasilkan pasokan air dalam jumlah besar apabila seluruhnya dapat beroperasi secara optimal.

Namun, menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan ketersediaan sumber air baku.

“Sekarang tinggal sumber airnya. Makanya kita mesti siapkan. Kalau sumber air bakunya terpenuhi, mitigasi kita bisa berjalan,” ujarnya.

Pemerintah daerah kini terus mencari dan menyiapkan sejumlah sumber air alternatif yang dinilai potensial. Kondisi dan kualitas air menjadi perhatian, termasuk kemungkinan adanya pengaruh intrusi air asin di sejumlah lokasi.

Pemeriksaan sumber air diperlukan agar air yang nantinya diolah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Warga Mulai Kesulitan Air

Sujiwo mengungkapkan, persoalan kekurangan air bersih sudah sangat dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kubu Raya. Ia mengaku melihat langsung kondisi warga yang harus menunggu pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dapat air satu galon itu sudah seperti mendapat barang emas. Dipeluknya seperti itu, nunggunya seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Sujiwo, di sejumlah titik masyarakat bahkan mulai mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk untuk mandi, akibat persediaan air yang semakin terbatas.

Kondisi tersebut, kata dia, harus segera diantisipasi agar dampak kekeringan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Karena itu, Pemkab Kubu Raya akan terus bergerak mencari sumber air alternatif sekaligus memastikan distribusinya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi dengan TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait dinilai menjadi kunci untuk menghadapi kondisi kekeringan sekaligus mendukung penanganan karhutla.

“Yang paling penting sekarang sumber air bakunya. Kita harus terus mencari dan menyiapkan alternatif, karena kebutuhan masyarakat sudah sangat mendesak,” tegas Sujiwo.

Penulis: Diskominfo KKR

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play