SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Zulhas: Pengelolaan Sampah Jadi Kunci Hadapi Tiga Krisis Lingkungan Global

Zulhas: Pengelolaan Sampah Jadi Kunci Hadapi Tiga Krisis Lingkungan Global

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat berdialog dengan wartawan di Pontianak, Kamis (05/06/2026) kemarin. SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar Bahari

Pontianak (Suara Kalbar) – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang baik sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan Triple Planetary Crisis atau tiga krisis lingkungan global yang saat ini dihadapi dunia.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat berdialog dengan wartawan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Pontianak, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, sampah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tiga krisis lingkungan global, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan telah menimbulkan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Sampah menjadi bagian dari tiga krisis lingkungan global atau Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. Ketiga krisis ini tidak berdiri sendiri dan telah menimbulkan dampak sosial, ekonomi, kesehatan, serta lingkungan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Indonesia persoalan sampah tidak lagi sekadar menyangkut kebersihan kota atau pelayanan publik. Permasalahan ini telah berkembang menjadi isu strategis yang mempengaruhi berbagai sektor pembangunan, termasuk pencapaian target pembangunan nasional, komitmen penurunan emisi, perlindungan ekosistem, kualitas hidup masyarakat hingga ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data pemerintah, Indonesia menghasilkan timbulan sampah sekitar 60 juta ton per tahun. Sebagian besar berasal dari kawasan perkotaan yang memiliki tingkat aktivitas dan konsumsi tinggi.
Dari jumlah tersebut, masih terdapat sampah yang belum terkelola secara optimal sehingga menjadi tantangan serius bagi pemerintah pusat maupun daerah.

“Isu persampahan saat ini menjadi salah satu tantangan lingkungan paling mendesak yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Saat ini, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 30 lokasi PSEL di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Pengembangannya akan difokuskan pada kawasan perkotaan dan aglomerasi yang menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.

Zulkifli Hasan berharap pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif bukan hanya penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, menjaga kesehatan masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Penulis: Fajar Bahari

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play