SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Harga Mobil Listrik China Mulai Naik, Biaya Baterai dan Cip Melonjak

Harga Mobil Listrik China Mulai Naik, Biaya Baterai dan Cip Melonjak

Industri kendaraan energi baru di China mulai menghadapi gelombang kenaikan harga. (Chinatopix via AP)

Suara Kalbar – Industri kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) di China, termasuk di dalamnya mobil listrik dan plug-in hybrid, mulai menghadapi gelombang kenaikan harga.

Kenaikan harga tersebut akibat melonjaknya biaya rantai pasok, terutama harga cip memori dan bahan baku baterai seperti lithium karbonat.

Dilansir dari Jiemian News, Jumat (15/5/2026), lebih dari 15 produsen otomotif besar di China, termasuk BYD, Xiaomi, hingga sejumlah merek joint venture, telah mengumumkan kenaikan harga kendaraan maupun fitur opsional.

Kenaikan harga mobil listrik China terutama dipicu lonjakan harga bahan baku dan komponen. Harga lithium karbonat untuk baterai yang pada Juli 2025 masih sekitar 75.000 yuan per ton, kini melonjak mendekati 200.000 yuan per ton dalam waktu kurang dari satu tahun.

Pada saat bersamaan, ledakan industri kecerdasan buatan (AI) membuat pasokan cip memori otomotif semakin terbatas karena produksi dialihkan ke server AI.

Harga cip penyimpanan otomotif disebut melonjak sekitar 180% dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, harga memori DDR5 kelas atas naik lebih dari 300%.

Menurut estimasi UBS yang dikutip Jiemian, kenaikan harga cip saja sudah menambah biaya produksi mobil pintar sekitar 3.000-7.000 yuan per unit.

Selain itu, harga aluminium dan tembaga juga melonjak tajam. Kenaikan harga kedua logam tersebut diperkirakan menambah biaya bahan baku mobil listrik ukuran menengah sekitar 1.800 yuan per kendaraan.

Tekanan biaya tersebut semakin berat karena industri otomotif China sebelumnya sudah lama terjebak perang harga.

Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan margin keuntungan industri otomotif domestik turun menjadi hanya 3,2% pada kuartal I 2026. Bahkan pada Januari-Februari 2026, margin keuntungan sempat menyentuh level terendah dalam satu dekade di angka 2,9%.

Total laba industri otomotif China pada kuartal I 2026 juga turun 18% secara tahunan menjadi 78,4 miliar yuan.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play