SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Bukan Sekadar Tugas, Ini Tentang Menjaga Harapan Ibu-Ibu Prasejahtera

Bukan Sekadar Tugas, Ini Tentang Menjaga Harapan Ibu-Ibu Prasejahtera

Account Officer (AO) PNM untuk mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga melalui usaha kecil.

Pontianak (Suara Kalbar) – Di tengah besarnya tantangan sosial ekonomi yang masih dihadapi keluarga prasejahtera di Indonesia, akses terhadap pendampingan dan pemberdayaan usaha kecil menjadi hal yang sangat berarti.

Di saat banyak anak muda usia 17 hingga 25 tahun masih berada dalam fase mencari arah, mengenali diri, atau menikmati masa transisi menuju kedewasaan, ada sebagian dari mereka yang memilih mengambil peran lebih cepat.

Mayoritas lulusan SMA/SMK, mereka memilih menjadi Account Officer (AO) PNM untuk mendampingi ibu-ibu prasejahtera yang berjuang menghidupi keluarga melalui usaha kecil.

Dengan langkah yang tak selalu ringan, mereka hadir di tengah masyarakat, mendampingi perjuangan para ibu yang menjadikan usaha sederhana sebagai jalan keluar dari jerat kemiskinan.

“Menjadi AO bukan pekerjaan mudah. Ada hari-hari ketika lelah datang lebih dulu daripada waktu istirahat. Ada saat ketika mereka harus belajar menjadi dewasa lebih cepat dibanding teman-teman sebayanya. Terik matahari, jalanan rusak, perjalanan panjang berkilometer, hingga medan yang tak selalu ramah menjadi bagian dari keseharian mereka,” demikian dalam keterangan resmi yang diterima dari PNM.

Namun di balik itu semua, ada tujuan yang terus mereka jaga: melihat senyum ibu nasabah, memastikan usaha kecil tetap berjalan, dan membantu keluarga-keluarga di berbagai sudut negeri menjaga harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Di lapangan, tantangan tak berhenti pada jarak dan cuaca. Para AO juga menghadapi dinamika pertemuan kelompok, mulai dari nasabah yang berhalangan hadir karena kebutuhan mendesak, usaha yang belum berkembang optimal, hingga persoalan keluarga yang memengaruhi kemampuan ibu-ibu dalam mengelola usahanya.

Di titik inilah peran AO melampaui tugas administratif semata. Mereka hadir untuk mendengar, menguatkan, dan membersamai proses jatuh bangun para ibu agar setiap langkah kecil tetap memiliki arah menuju kemandirian.

Hubungan yang terbangun pun kerap melampaui sekadar relasi kerja. Tak sedikit ibu nasabah yang menganggap AO seperti anak sendiri, menyambut mereka dengan hangat, menitipkan cerita, bahkan menjadikan pertemuan sederhana sebagai ruang untuk saling menguatkan.

Dari sana terlihat jelas bahwa pemberdayaan bukan semata soal modal usaha, melainkan juga tentang kehadiran manusia yang mau berjalan bersama.

Di tangan para AO muda ini, pendampingan menjadi wajah lain dari kepedulian: mungkin tak selalu hadir dalam sorotan, tetapi nyata terasa dalam kehidupan keluarga-keluarga pengusaha kecil yang terus berjuang bertahan.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play