Waspadai Kolesterol Tinggi, Tanda Awal Bisa Terlihat di Kuku
Suara Kalbar – Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia sering kali dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena sifatnya yang hampir tidak bergejala pada tahap awal. Namun, para ahli kesehatan mulai mengungkap bahwa tubuh sebenarnya memberikan sinyal-sinyal kecil yang sering kita abaikan.
Dr Monika Wassermann, dalam sebuah wawancara baru-baru ini yang dikutip Futura Sciences, Kamis (9/4/2026), mengingatkan bahwa meskipun kondisi ini berkembang lambat selama bertahun-tahun, ada tanda-tanda fisik yang bisa ditemukan jika kita lebih teliti memperhatikan anggota tubuh sendiri.
Kondisi hiperkolesterolemia ditandai dengan tingginya kadar “kolesterol jahat” (LDL) di dalam darah. Jika dibiarkan, tumpukan kolesterol ini akan membentuk plak pada dinding pembuluh darah, sebuah proses yang dikenal sebagai aterosklerosis. Plak inilah yang menjadi ancaman utama karena dapat menyumbat aliran darah dan memicu penyakit kardiovaskular serius, seperti serangan jantung atau strok.
Salah satu petunjuk unik untuk mendeteksi kondisi ini secara mandiri adalah dengan memeriksa kondisi tangan, khususnya bagian kuku. Dr Wassermann menjelaskan bahwa kadar kolesterol yang sangat tinggi menyebabkan terbentuknya plak yang menghambat sirkulasi darah ke area ujung tubuh. Efeknya, kuku akan terlihat jauh lebih pucat dari biasanya karena kurangnya suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah.
Selain warna yang pucat, indikasi lain yang perlu diwaspadai adalah kuku yang terasa rapuh atau mudah patah. Menurut Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, pertumbuhan kuku yang melambat secara tidak wajar juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan aliran darah akibat kolesterol. Hal ini terjadi karena folikel kuku tidak mendapatkan asupan darah yang cukup untuk melakukan regenerasi sel secara optimal.
Di Prancis, data dari lembaga kesehatan publik menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan, di mana hampir 20% orang dewasa memiliki kadar LDL di atas ambang batas normal. Risiko ini semakin meningkat pada individu yang memiliki faktor pendamping seperti diabetes, kebiasaan merokok, berat badan berlebih (obesitas), atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Penting untuk diingat bahwa tanda-tanda pada kuku hanyalah sebuah peringatan awal dan bukan alat diagnosis final. Dr. Wassermann menekankan bahwa jika seseorang menemukan kuku mereka tampak pucat dan rapuh, langkah paling bijak adalah segera melakukan pemeriksaan medis. Diagnosis yang akurat hanya bisa diperoleh melalui tes darah lengkap yang mengukur profil lipid secara mendetail.
Terkait frekuensi pemeriksaan, para ahli menyarankan tes darah rutin mulai usia 50 tahun bagi pria dan 60 tahun bagi wanita, terutama jika tidak ada faktor risiko kardiovaskular lainnya. Namun, bagi wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal, pemeriksaan rutin disarankan dilakukan lebih awal untuk memantau perubahan kadar lemak darah yang mungkin dipengaruhi oleh hormon tersebut.
Menangani kolesterol sejak dini jauh lebih mudah daripada mengobati komplikasi yang sudah terjadi. Dengan memperhatikan perubahan kecil pada kuku dan menjaga pola hidup sehat, kita dapat mencegah penumpukan plak di pembuluh darah sebelum menjadi masalah yang mengancam nyawa. Ingatlah bahwa kesehatan jantung terkadang bisa tercermin dari ujung jari kita sendiri.
Sumber: Beritasatu.com






