Tragedi di Riam Landau: Gadis 15 Tahun Tenggelam dan Meninggal Dunia
Sanggau (Suara Kalbar) – Minggu sore yang cerah di Riam Landau, Dusun Kopuk, Desa Pana, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, berubah menjadi tragedi memilukan. Seorang pelajar bernama Inam Aprilia (15) tenggelam setelah terseret arus deras dan masuk ke rongga bebatuan.
Inam Aprilia bersama tujuh temannya berangkat ke Riam Landau untuk bakar-bakar ayam dan bersantai. Namun, saat mereka mandi dan berfoto di sekitar riam, Inam duduk di bebatuan dengan aliran air deras dan terseret arus.
Teman-temannya berusaha menolong, namun derasnya arus membuat usaha itu sia-sia. Warga sekitar kemudian diberitahu dan melakukan pencarian.
“Di hari minggu setelah dilaporkan hilang Tim gabungan dari Damkar Sanggau, BPBD Sanggau, Polsek Kapuas, TNi dan warga setempat tiba di lokasi untuk membantu pencarian,”ungkap Ali Sadikin Kabid Damkar Sat Pol PP Kabupaten Sanggau, Senin (06/04/2026).
Setelah pencarian hinga pukul 23.30 WIb, koban belum juga ditemukan sehingga diputuskan pencarian korban dilanjutkan pada keesokan harinya.
“Pada Senin (06/04/2026) pada pukul 10.56 WIB, tim gabungan akhirnya menemukan tubuh Inam yang terjebak di antara bebatuan,”ujar Ali..
Jenazah kemudian dievakuasi dan divisum di RSUD MTh Djaman Sanggau selanjutnya dibawa ke rumah duka di Dusun Tanjung Priuk, Desa Inggis, Kecamatan Mukok.
“Tim pada hari senin tim Damkar Sanggau, BPBD Sanggau, Polsek Kapuas, dan TNI serta warga setempat juga dibantu dari Basarnas Sintang,”ucap Ali.
Kami menghimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka.
“Tragedi ini menjadi pengingat keras akan bahaya bermain di sungai atau riam dengan arus yang deras dan untuk selalu berhati-hati,”tutup Ali.
Penulis Darmansyah/r






