Saham Ferrari Terjun Usai Meluncurkan Mobil Listrik Luce, Desain Jadi Sorotan
Suara Kalbar – Ferrari menghadapi tekanan di pasar modal setelah memperkenalkan mobil listrik pertamanya, Ferrari Luce. Bukan semata-mata karena langkah perusahaan memasuki era elektrifikasi, melainkan juga karena desain kendaraan yang dianggap berbeda dari karakter Ferrari yang selama ini dikenal publik.
Mengutip Beritasatu.com, Minggu (31/5/2026), Sehari setelah peluncuran Luce, saham Ferrari tercatat turun lebih dari 8 persen pada perdagangan Selasa, 27 Mei 2026. Mobil listrik berkapasitas lima penumpang itu dipasarkan dengan harga sekitar 550 ribu euro atau setara US$ 640 ribu.
Pelaku pasar menilai desain Luce menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran investor. Bentuk kendaraan yang lebih menonjolkan efisiensi aerodinamika dinilai menjauh dari ciri khas Ferrari yang identik dengan tampilan agresif dan performa tinggi.
Analis RBC Capital Markets menyebut perhatian investor saat ini tertuju pada potensi dampak desain tersebut terhadap nilai jual kembali kendaraan di masa mendatang.
Menurut RBC, pendekatan desain yang mengutamakan aerodinamika dibandingkan karakter downforce khas Ferrari berpotensi memengaruhi persepsi konsumen terhadap produk tersebut.
Meski demikian, lembaga keuangan itu menilai respons pasar masih terlalu cepat untuk dijadikan indikator ancaman serius bagi masa depan Ferrari. Mereka mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi saat Ferrari meluncurkan Purosangue pada 2022.
Ketika itu, SUV pertama Ferrari juga sempat menuai kritik lantaran dianggap keluar dari tradisi perusahaan. Namun seiring waktu, Purosangue justru berkembang menjadi salah satu model paling diminati dengan jumlah pemesanan yang melampaui kapasitas produksi.
Ferrari sendiri menegaskan bahwa Luce tetap menawarkan sensasi berkendara yang menjadi identitas merek tersebut, meskipun sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.
Chief Executive Officer Ferrari, Benedetto Vigna, menyebut kehadiran Luce sebagai tonggak penting yang menandai fase baru perjalanan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri otomotif global.
Di sisi lain, kritik terhadap Luce terus bermunculan. Mantan Chairman Ferrari, Luca di Montezemolo, termasuk sosok yang secara terbuka mempertanyakan arah desain mobil listrik tersebut.
Montezemolo bahkan menyebut Luce sebagai noda dalam sejarah panjang Ferrari. Ia berharap identitas ikonik berupa logo kuda jingkrak tidak lagi disematkan pada kendaraan tersebut.
Kritik juga datang dari Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini. Ia menilai desain Luce tidak lagi mencerminkan citra Ferrari sebagai produsen mobil sport legendaris yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Kendati menuai pro dan kontra, sejumlah analis meyakini Ferrari akan tetap menjaga produksi Luce dalam jumlah terbatas guna mempertahankan eksklusivitas merek. Strategi itu selama ini menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan.
Selain itu, desain baru Luce dinilai berpotensi membuka pasar baru, terutama di China yang menjadi salah satu kawasan strategis bagi pertumbuhan kendaraan listrik premium.
Peluncuran Luce sekaligus menunjukkan tantangan yang harus dihadapi Ferrari dalam menyeimbangkan warisan merek dengan tuntutan transisi menuju kendaraan listrik. Langkah tersebut menjadi ujian penting bagi pabrikan asal Italia itu untuk tetap relevan tanpa kehilangan identitas yang telah melekat selama puluhan tahun.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





