SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Singkawang Mini Exhibition Confluence 2026 di Singkawang, Tampilkan Karya Tanah Liat Sarat Nilai Budaya

Mini Exhibition Confluence 2026 di Singkawang, Tampilkan Karya Tanah Liat Sarat Nilai Budaya

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Chantal Novyanti mewakili Wali Kota Singkawang saat menghadiri pembukaan Mini Exhibition Residensi “Confluence 2026” di Rumangsa Kopi Singkawang, Minggu (12/7/2026). SUARA KALBAR.CO.ID/HO.Istimewa.

Singkawang (Suara Kalbar)- Lubang Tanah Kolektif menggelar Mini Exhibition Residensi “Confluence 2026” di Rumangsa Kopi Singkawang, mulai 12 hingga 20 Juli 2026. Pameran ini menampilkan deretan karya seni kontemporer berbahan tanah liat yang sarat akan nilai budaya lokal.

Acara berskala internasional ini melibatkan seniman dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia. Seluruh karya yang dipajang lahir dari hasil riset dan eksplorasi mendalam terhadap kekayaan budaya Singkawang, khususnya dalam membangkitkan kembali eksistensi keramik guci khas setempat melalui inovasi bentuk dan gagasan baru.

Pameran dibuka secara resmi pada Minggu (12/7/2026) malam oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Chantal Novyanti, yang hadir mewakili Wali Kota Singkawang. Pembukaan acara diawali dengan pertunjukan teatrikal seniman asal Yogyakarta yang menggambarkan filosofi proses pembuatan guci tanah liat.

Dalam sambutannya, Chantal menegaskan pentingnya kreativitas yang berbasis pada akar budaya. Ia berharap ajang ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan menjadi ruang diskusi yang produktif bagi para seniman lintas generasi.

“Kami berharap pertemuan dengan latar belakang dan imajinasi yang berbeda ini mampu melahirkan inovasi yang berkontribusi langsung pada sektor seni dan ekonomi kreatif. Diskusi sederhana di sini harus bisa berkembang menjadi karya nyata bagi kemajuan Singkawang,” ujar Chantal. Pemerintah Kota Singkawang juga berkomitmen terus memperkuat ruang ekspresi agar kota ini tumbuh menjadi salah satu destinasi kreatif yang diperhitungkan di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia “Confluence 2026”, Yeri Yolanda, menjelaskan bahwa pemilihan media tanah liat sengaja dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian keramik tradisional Singkawang.

“Kami bersama para seniman terus mengeksplorasi seni keramik guci Singkawang, baik dari sisi bentuk, ide, maupun nilainya. Tujuannya agar warisan ini terus berkembang, relevan dengan zaman, dan semakin dikenal luas oleh masyarakat,” pungkas Yeri.

Penulis : Hendra/ r

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play