Ruko Ambruk di Mukok Sanggau, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Sanggau (Suara Kalbar) – Tiga unit rumah toko (ruko) dilaporkan ambruk di Dusun Ubay yang disebakan pergerakan tanah di Desa Kedukul, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau pada Minggu (05/04/2026) malam.
Insiden ini terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan warga sekitar. Tiga unit ruko milik warga bernama Joni Efendi (47) dilaporkan roboh akibat pergeseran tanah yang diduga dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kapolsek Mukok, AKP Ambril, menyampaikan berdasarkan keterangan saksi di lokasi, saat kejadian dan berada di depan rumahnya yang bersebelahan dengan ruko milik korban.
“Saksi mengaku sempat mendengar suara mencurigakan sebelum bangunan tersebut runtuh. Terdengar suara gemeretak dari arah ruko, lalu saksi mengambil senter untuk memastikan dan tiba-tiba terdengar suara keras seperti bangunan roboh,” ungkap Kapolsek.
Setelah mendengar suara tersebut, saksi segera keluar rumah dan melihat langsung kondisi ruko yang sudah dalam keadaan ambruk. Saksipun langsung menghubungi pemilik ruko untuk mengabarkan kejadian tersebut.
Tak berselang lama pemilik ruko Joni Efendi tiba di lokasi dan mendapati bangunan miliknya telah rata dengan tanah. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.
Saksi lainnya, turut membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa kondisi tanah di sekitar lokasi memang sudah menunjukkan tanda-tanda labil sejak beberapa hari terakhir akibat hujan yang terus mengguyur.
Kapolsek Mukok, AKP Ambril, juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan situasi tetap aman serta terkendali.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar akibat ambruknya tiga unit ruko tersebut,” ungkap AKP Ambril.
Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan analisa awal, bangunan ruko tersebut berdiri di atas struktur tiang beton dan bukan langsung di atas tanah padat. Kondisi ini membuat bangunan lebih rentan saat terjadi pergeseran tanah.
“Diduga kuat, pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan patahnya tiang penyangga beton sehingga bangunan tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk,” jelasnya.
Lebih lanjut, AKP Ambril mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor atau pergerakan tanah, agar lebih waspada terutama saat curah hujan tinggi terjadi secara terus-menerus.
“Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan peristiwa serupa, serta memastikan keselamatan warga di sekitar area terdampak,”tutupnya.
Penulis Darmansyah/r






