BNPB Bantah Karhutla Kalbar Tak Berubah, Sebut Dampak Sudah Berkurang
Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah anggapan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) tidak mengalami perubahan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil, terutama dalam menekan dampak lintas negara.
“Kalau dulu mungkin kebakarannya 2015–2019 apinya sudah menyeberang ke wilayah negara tetangga, tapi beberapa tahun ini kami pastikan sudah tidak ada lagi api atau asap yang menyeberang ke wilayah negara tetangga,” ujarnya saat dikonfirmasi langsung di Pontianak pada Kamis (16/04/2026).
Menurutnya, meskipun masih terdapat berbagai tantangan di lapangan, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa penanganan karhutla semakin efektif.
“Artinya, meskipun banyak kekurangan kelemahan, upaya untuk memadamkan api terkait gambut dan lain-lain sudah ada hasilnya,” katanya.
Ia menjelaskan, perbaikan penanganan tidak terlepas dari penguatan strategi terpadu, baik di darat maupun udara, serta peningkatan koordinasi lintas lembaga.
Di lapangan, operasi darat melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api yang tersebar di wilayah rawan kebakaran.
Sementara itu, dukungan operasi udara juga terus diperkuat, termasuk melalui modifikasi cuaca dan penggunaan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Suharyanto menekankan bahwa pendekatan penanganan karhutla saat ini tidak lagi bersifat reaktif, melainkan mengedepankan pencegahan sejak dini berdasarkan peringatan cuaca dari BMKG.
Pernyataan ini sekaligus menjadi respons terhadap anggapan bahwa penanganan karhutla stagnan, padahal pemerintah menilai telah terjadi perbaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, BNPB mengakui bahwa risiko karhutla tetap ada, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti Kalimantan Barat, sehingga upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat.
Penulis: Maria






