Hanya Ada Saat Ramadan, Sotong Pangkong Jadi Kuliner Favorit Warga Pontianak
Pontianak (Suara Kalbar) – Memasuki bulan Ramadan, berbagai kuliner unik dan menarik mulai bermunculan. Hidangan-hidangan ini tak hanya lezat, tetapi juga jarang ditemui di luar bulan suci. Salah satu yang paling dinantikan masyarakat adalah sotong pangkong.
Sotong pangkong sendiri adalah kuliner berupa cumi yang dikeringkan, di asap lalu di “pangkong” atau dipukul dengan palu hingga tipis, itulah kenapa namanya menjadi sotong pangkong karena proses pembuatanya sebelum dihidangkan harus pangkong terlebih dahulu.
Untuk menikmatinya, tersedia dua jenis sambal cair yang terdiri dari sambal kacang dan sambal ebi, kedua jenis sambal ini dapat dicampur ataupun dipisah sesuai selera masing-masing.
Sensasi mencocolkan sotong pangkong ke dalam sambal menghadirkan perpaduan cita rasa yang khas. Gurih dan asin dari cumi berpadu dengan sentuhan asam dan pedas dari sambal, menjadikan kuliner ini primadona setiap bulan Ramadan.
Uniknya, kuliner sotong pangkong ini hanya ramai saat bulan Ramadan, seperti yang terlihat saat ini. Lapak para pedagang sotong pangkong pun berjejer di sepanjang Jalan Merdeka, Pontianak, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berburu kuliner usai shalat tarawih.
Salah satu penjual sotong pangkong di jalan Merdeka, Fitriani atau yang akrab disapa Ipit mengaku sudah berjualan dari tahun 1995 saat dirinya masih kecil, saat itu ia ikut membatu orangtuanya berjualan.
“Dulu sepi yang jualan di sini nih. Cuma beberapa saja. Sekarang dari ujung (jalan) ke ujung (banyak yang jualan sotong pangkong),” ujarnya saat diwawancarai Selasa (24/02/2026).
Sebagai salah satu pedagang yang sudah cukup lama berjualan sotong pangkong, Ipit menyaksikan bertambahnya lapak sotong pangkong.
“Mungkin awalnya itu kan tetangga liat kita jualan, karena ramai yang beli jadi ngikut gitu, nah semakin ramai yang liat juga akhirnya banyak kan yang ikut,” tambahnya.
Ipit mengaku lapaknya yang dibuka di halaman Apotek Mandiri ini buka setiap hari hingga pukul satu malam jika ramai yang berkunjung.
Selain sotong pangkong yang unik dari kuliner ini adalah sambalnya, sambal ebi dan sambal kacang yang cair menjadi dayak tarik tersendiri. Ipit mengaku sambal ebi kerapkali menjadi favorit para pengunjung lapaknya.
“kalau yang paling favorit sih seperinya sambal ebinya ya,” katanya.
Dalam satu hari, Ipit bisa menghabiskan 2 kilogram sotong pangkong untuk dijual, harganya pun berbeda-beda tergantung ukuran, mulai dari 20 ribuan hingga 40 ribuan.
“Dulu sih harganya mungkin lebih murah, saat ini semakin mahal, karena dari sananya harga sotongnya juga naik,” jelasnya.
Hingga pukul 22.00 malam, lapak Ipit semakin ramai didatangi pengunjung, ada yang datang bersama teman-teman hingga bersama keluarga.
Sotong pangkong menjadi salah satu kuliner khas bulan Ramadhan yang wajib, apalagi jika kamu sedang bingung ini menikmati kuliner apa bersama sahabat atau keluarga.
Penulis: Meriyanti






