Peran Orang Tua Jadi Kunci Optimalisasi Posyandu di Kubu Raya
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Iwansyah menegaskan bahwa Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang sangat bergantung pada peran aktif masyarakat itu sendiri, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatannya.
Menurut Iwansyah, saat ini Kabupaten Kubu Raya memiliki sekitar 500 posyandu dengan jumlah kader lebih dari 2.000 orang. Melalui puskesmas, pemerintah daerah terus melakukan penguatan serta peningkatan kapasitas posyandu agar pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Memang masih ada posyandu yang membutuhkan perhatian, terutama dari sisi sarana dan prasarana. Ada yang sudah memiliki bangunan sendiri, namun ada juga yang masih menumpang. Tapi kondisi ini jangan sampai menyurutkan semangat para kader dan masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai awak media Selasa (27/01/2026) siang.
Ia menekankan bahwa yang paling penting adalah kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, untuk membawa bayi, balita, dan ibu hamil ke posyandu secara rutin. Pasalnya, bayi dan balita tidak bisa datang sendiri ke posyandu sehingga peran orang tua menjadi sangat menentukan.
“Posyandu itu hanya satu kali dalam sebulan dan tidak seharian penuh. Tapi dari situ pemantauan tumbuh kembang anak bisa dilakukan dengan baik,” jelasnya.
Iwansyah mengakui bahwa antusiasme masyarakat saat ini sudah cukup optimal, namun masih perlu dimaksimalkan. Hal ini terlihat dari beberapa indikator kesehatan, seperti cakupan imunisasi yang masih perlu ditingkatkan.
“Salah satu penyebabnya adalah masih adanya keengganan orang tua membawa bayi dan balitanya ke posyandu. Padahal, kalau kita sayang anak dan bertanggung jawab terhadap mereka, maka menjaga kesehatannya dengan rutin ke posyandu adalah bentuk nyata kepedulian,” pungkasnya.
Penulis: Ain Rahmi





