Pemkab Bengkayang Perkuat Kesiapan TKA dan Program Sekolah Bebas Perundungan
Bengkayang (Suara Kalbar) – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan akan memperkuat kesiapan tes kompetensi akademik (TKA) serta program lingkungan sekolah bebas perundungan sebagai prioritas kebijakan pendidikan daerah pada tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 1 Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Senin, yang menandai dimulainya semester baru tahun ajaran 2025/2026.
Di kesempatan tersebut juga Bupati meluncurkan dua program utama pendidikan, yakni “Rukun Sama Teman” sebagai upaya pencegahan perundungan di satuan pendidikan, serta “Bengkayang Siap Melaksanakan TKA 2026” untuk meningkatkan capaian akademik peserta didik.
“Hasil tes kompetensi akademik sebelumnya, khususnya pada jenjang SMA dan SMK di Kalimantan Barat, menunjukkan capaian mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris masih perlu perhatian serius. Karena itu, penguatan kompetensi dasar harus dimulai sejak jenjang pendidikan dasar,” ujar Bupati Darwis.
Persiapan TKA tersebut, katanya, harus dilakukan sejak SD dan SMP, terutama untuk Bahasa Indonesia dan Matematika. Ini menjadi fondasi penting agar capaian akademik siswa Bengkayang ke depan lebih baik.
Ia menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang aman, menyenangkan, dan berorientasi pada peningkatan literasi serta numerasi sebagai strategi meningkatkan kualitas hasil belajar.
Selain fokus akademik, Bupati juga menaruh perhatian pada pembentukan karakter dan iklim sekolah yang sehat.
Menurut dia, program “Rukun Sama Teman” diharapkan mampu menumbuhkan budaya saling menghargai dan mencegah praktik perundungan di lingkungan sekolah.
“Kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari karakter dan rasa aman peserta didik di sekolah,” ujarnya.
Ia meminta seluruh satuan pendidikan mempersiapkan peserta didik secara optimal, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap tantangan tahun 2026, termasuk perubahan iklim dan potensi bencana, melalui penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Bupati juga mendorong kepala sekolah dan tenaga kependidikan memperkuat tata kelola Dana BOS dan aset sekolah, serta mengajak komite sekolah mendukung program revitalisasi sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis.
Sumber: ANTARA
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






