Desa Monterado Gandeng Institut Shanti Bhuana Rekrut Perangkat Desa

  • Bagikan
Kades Monterado disambut baik oleh pihak ISB. Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Rektor ISB, Romo Marianus Dinata Alnija dengan menugaskan enam orang Dosen ISB untuk menjadi tim rekrutmen perangkat Desa Monterado pada Senin (12/7/2021) lalu.

Bengkayang (Suara Kalbar) – Dalam menjalankan sebuah roda kepemimpinan, transparansi dan netralitas merupakan landasannya. Hal ini disadari sepenuhnya oleh Kepala Desa atau Kades Monterado Samaani.

Hal itu terjalin setelah adanya kunjungan kekeluargaan di Institut Shanti Bhuana (ISB) Bengkayang , pada kesempatan tersebut Kepala Desa Monterado Samaani menyampaikan harapan dan keinginannya untuk bekerjasama dengan pihak ISB dalam perekrutan perangkat desa yang baru.

Keinginan Kades Monterado disambut baik oleh pihak ISB. Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Rektor ISB, Romo Marianus Dinata Alnija dengan menugaskan enam orang Dosen ISB untuk menjadi tim rekrutmen perangkat Desa Monterado pada Senin (12/7/2021) lalu.

“Pada kerjasama ini merupakan momen dimana proses seleksi dilakukan. Kepala desa dan jajarannya serta tim Dosen ISB sudah sejak pagi menyiapkan banyak hal untuk proses seleksi,” katanya.
Dalam sambutannya Kepala Desa Monterado Samaani menegaskan bahwa proses seleksi perangkat desa saat ini sangat mengedepankan keterbukaan.

Hadirnya para Dosen ISB menjadi wujud nyata bahwa proses perekrutan perangkat desa ini dilaksanakan dengan semangat keterbukaan, transparan dan semangat netralitas.

Kemudian sesaat setelah sambutan, Kades kemudian secara resmi membuka rangkaian kegiatan rekrutmen tersebut. Disaat yang sama Tim ISB menyerahkan soal tes potensi akademik dan tes komputer yang masih tersegel kepada pihak panitia desa.

Proses seleksi yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut berlangsung cukup panjang dari pagi hingga sore hari. Kendati demikian semangat dan antusiasme peserta sangat tinggi, hal ini terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti tahapan demi tahapan proses seleksi dengan baik.

Peserta yang hadir dan terverifikasi sebagai peserta seleksi berjumlah tuju orang, dan dari ketujuh peserta tersebut dibagi dalam dua proses rekrutmen dengan dua posisi yang berbeda. Mereka yang terdaftar dan ingin menjadi Kepala Dusun diwajibkan mengikuti tes potensi akademik kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara.

Sementara peserta yang terdaftar dan ingin menjadi Kepala Seksi Pemerintahan tahapan seleksinya mulai dari tes potensi akademik, tes kemampuan komputer dan diakhiri dengan proses wawancara.

“Baik mereka yang ingin menjadi kepala dusun maupun mereka yang ingin menjadi Kepala Seksi Pemerintahan, semuanya wajib mengikuti tahapan wawancara sebagai tahapan akhir proses seleksi. Waktu yang disediakan untuk wawancara selama 15-20 menit dengan tiga orang pewawancara, satu dari pihak kecamatan dan dua dari ISB,” jelasnya.

Menurutnya secara keseluruahan proses seleksi berlangsung sangat baik, tahap demi tahap proses seleksi diikuti oleh peserta dengan baik dan mengedepankan semangat kejujuran.

Dari keseluruhan proses tersebut kemudian pihak panitia menentukan peserta yang dinyatakan lolos. Mereka yang dinyatakan lolos oleh tim adalah peserta yang berdasarkan akumulasi angka dan keterampilan dari hasil wawancara cukup mampu dalam menjalankan tugasnya sebagai perangkat desa.

Pada saat itu kemudian diumumkan satu orang kepala dusun, satu orang kepala seksi pemerintahan yang memiliki kemampuan dengan bukti hasil tes yang baik.

Dari keseluruhan proses seleksi yang dilakukan oleh Tim Desa Monterado, terlihat ada sebuah tahapan baru dalam memilih perangkat desa. Kebiasaan memilih perangkat desa dengan cara ditunjuk langsung oleh Kepala Desa rupanya secara perlahan ditinggalkan. Tahapan seleksi yang sudah dilakukan di desa ini merupakan bentuk nyata dari netralitas dan keterbukaan publik. Semangat yang demikian hendaknya menjadi rol model bagi desa lainnya khususnya di Kabupaten Bengkayang, demi terwujudnya perangkat desa yang jujur, profesional dan berintegritas.

Dalam proses rekrutmen tersebut pihak ISB diwakilkan oleh enam dosen yakni Pebria Dheni Purnasari, Margaretha Lidya Sumarni, Silvester, Yosua Damasa Sadewo, Blasius Manggu dan Sabinus Beni.

Sementara dari pihak desa hadir Kepala Desa Monterado Samaani, Badan Pengawas Desa Bapak Jentri Situmorang, Pihak Kepala Seksi Kecamatan Monterado  Carolina Wiwin, Sekertaris Camat Yulius, Bhabinkamtibmas Suryana Pepel, Babinsa Samuel, dan Pendamping Desa Desti Eka.

 

Penulis: Kurnadi/Humas Institut Shanti BhuanaEditor: Suhendra Yusri
  • Bagikan
You cannot copy content of this page