Permohonan Paspor Secara Online di Kantor Imigrasi Singkawang Berlaku Kembali Pada Hari Ini, Berikut Penjelasannya

  • Bagikan
Petugas saat berada di Ruang Cek In Online di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singkawang, Rabu (21/7/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Hendra

Singkawang (Suara Kalbar) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singkawang mulai melakukan pelayanan kembali kepada masyarakat dengan aplikasi pendaftaran paspor secara online mulai Rabu (21/7/2021).

“Mulai hari ini Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang telah melakukan pelayanan kembali kepada masyarakat dengan adanya aplikasi pendaftaran paspor online,” ujar Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Keimigrasian Kelas II TPI Singkawang, Sarwono.

Terkait pelayanan keimigrasian, pihaknya juga telah menerima Surat Edaran dari pusat mengenai PPKM yang masih berlanjut hingga 25 Juli 2021.

“Namun kita juga menyikapi sesuai arahan pimpinan dimana zona Kota Singkawang sudah oranye dan sudah sebelumnya kalau sudah orange WFH 50 persen dan 50 persen WFO, dan kami tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Terkait dengan pandemi Covid-19 pihak Imigrasi Kelas II Singkawang juga melaksanakan program bantuan intern bagi pegawai yang terkena Covid-19.

“Ada beberapa yang positif bahkan ada pegawai bersangkutan terkena pandemi dalam beberapa hari ini, dan saat ini melakukan isoman atau karantina,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singkawang, Heri Martono mengatakan pihaknya tetap melakukan pelayanan namun kuota yang biasa berjumlah 120 orang dan hanya dibuka 40 kuota saja.

“Pada hari pertama ini pendaftaran secara online hanya 8 orang dan sudah dilayani dengan tetap memperhatikan prokes yang ketat dan jumlah pelayanan WNI telah kita selesaikan,” katanya.

Sedangkan pelayanan keimigrasian di Mall Pelayanan Publik (MPP), kata Heri, sementara ini masih ditutup. “Jumlah pegawai kita masih 50 persen WFH dan 50 persen WFO, dan sudah terjadwal serta kita atur yang jelas pelayanan tetap normal namun kuota kita batasi. Namun pada kenyataanya tidak pernah melampai kuota yang disediakan hanya mencapai 10-15 persen dari kuota yang ada,” jelasnya.

 

 

Penulis: HendraEditor: Suhendra Yusri
  • Bagikan
You cannot copy content of this page