Kapolres Melawi Main Bola Bareng Mahasiswa STKIP, Rayakan Sumpah Pemuda dengan Sportivitas
Melawi (Suara Kalbar)- Sorak sorai dan tawa penuh semangat terdengar di Lapangan Mini Soccer Unipol, Rabu (29/10/2025) malam.
Di bawah cahaya lampu yang terang, suasana semakin memanas saat Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, turun langsung ke lapangan hijau, memimpin tim Polres Melawi dalam laga persahabatan melawan mahasiswa STKIP Melawi.
Namun kali ini bukan patroli atau apel pasukan — melainkan duel sengit penuh taktik dan keakraban lewat permainan Mini Soccer bertajuk “Pertandingan Persahabatan Sumpah Pemuda 2025.”
“Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini, kami ingin merayakannya dengan cara yang berbeda — melalui olahraga, kebersamaan, dan semangat sportivitas,” ujar Kapolres Melawi di sela pertandingan.
Kapolres jadi kapten, tampil energi di lini tengah saat laga mulai berlangsung.
Dengan mengenakan kostum merah bernomor punggung kapten, AKBP Harris Batara Simbolon tampil penuh semangat.
Ia tak sekadar hadir memberi dukungan, tapi benar-benar turun sebagai pemain inti.
Beberapa kali ia tampak mengatur ritme permainan, mengarahkan rekan setimnya, dan bahkan mencoba menahan serangan cepat dari tim mahasiswa.
Aksi Kapolres di lapangan mendapat sorakan riuh dari penonton. Tak jarang teriakan “Ayo, Pak Kapolres!” menggema dari pinggir lapangan ketika beliau memotong bola lawan atau memberi umpan akurat ke depan yang siap diterima Kasat Reskrim, AKP Ambril.
Di sisi lain, semangat mahasiswa STKIP Melawi pun tak kalah membara. Dipimpin oleh Abet Nego sebagai kapten tim, mereka berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka melawan tim Polres yang juga diisi pemain tangguh dari berbagai satuan.
Sportivitas dan keakraban ditengah persaingan pun sangat terasa.
Meskipun atmosfer pertandingan tampak serius dan kompetitif, suasana tetap hangat dan penuh tawa. Kedua tim saling memberikan apresiasi setiap kali ada aksi cemerlang — baik dari mahasiswa maupun anggota kepolisian.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah mempererat hubungan antara Polri dan mahasiswa,” ungkap AKBP Harris.
Menurutnya, olahraga menjadi sarana paling efektif membangun komunikasi dan kepercayaan antara aparat dan generasi muda.
Selama 2×20 menit, laga berlangsung seru. Keringat bercucuran, langkah cepat, dan strategi berubah setiap menit. Namun bukan skor akhir yang menjadi tujuan utama, melainkan semangat kebersamaan dan solidaritas.
Di akhir laga, Kapolres Melawi menyampaikan apresiasi kepada tim STKIP Melawi atas permainan yang penuh semangat dan sportif.
“Terima kasih untuk seluruh pemain. Ini bukan sekadar pertandingan, tapi simbol kebersamaan antara Polri dan mahasiswa. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami tingkatkan bersama berbagai elemen masyarakat,” tutur Kapolres.
Sementara itu, kapten tim STKIP Melawi, Abet Nego, mengaku bangga bisa bertanding langsung dengan jajaran Polres Melawi.
“Sebuah kehormatan bisa satu lapangan dengan Kapolres. Beliau bukan hanya pemimpin yang tegas, tapi juga sosok yang sportif dan rendah hati,” ujarnya.
Pertandingan berakhir dengan senyum dan jabat tangan hangat dari kedua tim. Malam itu, Lapangan Unipol tidak hanya menjadi arena sepak bola, tetapi juga panggung kebersamaan — di mana semangat Sumpah Pemuda benar-benar hidup. Menjadi simbol kedekatan polri dan mahasiswa.
Kapolres Melawi menunjukkan bahwa memimpin tidak hanya soal instruksi dan kebijakan, tapi juga keteladanan di lapangan , dalam arti sesungguhnya.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana





