SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Ria Norsan Soroti Dampak Penghapusan UPT pada Pemeliharaan Infrastruktur Kalbar

Ria Norsan Soroti Dampak Penghapusan UPT pada Pemeliharaan Infrastruktur Kalbar

DOK- Calon Gubernur Kalimantan Barat, calon nomor urut 02, Ria Norsan.[HO-Tangkapan Layar Youtube KPU Kalbar]

Pontianak (Suara Kalbar) – Dalam debat kedua Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat, calon nomor urut 02, Ria Norsan, mengkritik tajam calon petahana, Sutarmidji, terkait penghapusan beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) saat menjabat sebagai Gubernur Kalbar.

Menurut Norsan, Penghapusan sejumlah UPT tersebut berdampak langsung pada pemeliharaan infrastruktur di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

“Sejak bapak jadi gubernur, banyak UPT yang bapak hapus. Salah satu UPT yaitu Unit Pengelola Jalan dan Jembatan (UPJJ) sehingga dengan bapak hapuskan jalan dan jembatan setelah dibangun tidak ada pemeliharaan maka jalan rusak,” ungkap Norsan.

Selain UPJJ, Norsan juga turut menyoroti penghapusan unit taman budaya yang dinilai mempengaruhi kreativitas pekerja seni di Kalbar.

“Pekerja seni dan budaya tidak bisa lagi berkreasi, tempatnya sudah hilang, dan banyak unit lain yang dihapuskan,” ujarnya.

Menanggapi kritik tersebut, Sutarmidji menjelaskan bahwa penghapusan beberapa UPT dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan menghindari pemborosan anggaran.

“Setiap tahun dianggarkan lebih dari Rp 67-70 miliar, tapi jalan tetap rusak, alat berat disewakan ke perkebunan, datanya ada. Ketika kita mau perbaiki jalan rusak, alat berat justru disewakan, kita sewa lagi,” ujar Sutarmidji.

Ia juga menambahkan bahwa meski UPJJ dihapus, pemeliharaan jalan tetap dilakukan dan berada dinaungan Dinas Bina Marga dan Dinas Pekerjaan Umum.

“Kita satukan dengan bidang Bina Marga, namun nomenklatur pemeliharaan jalan tetap ada, capaiannya sampai 30 persen,” jelas Sutarmidji.

Terkait taman budaya, Sutarmidji menepis kabar terkait dihapusnya unit taman budaya dan menyebutkan unit tersebut dikembangkan pada unit lain.

“Masalah Taman budaya bapak pelajari lagi kenapa dihapus, kenapa kita kembangkan ke tempat lain, bukan menghilangkan layanan tapi disatukan karena ada penggabungan kementerian pada waktu itu,” tambahnya.

Pada penutupan sesi tersebut, Sutarmidji mengatakan bahwa UPJJ tidak lagi diperlukan karena ia berkomitmen menjadikan seluruh jalan provinsi dalam kondisi mantap.

“Tugas Bina Marga tinggal pemeliharaan, ngapain lagi buat UPJJ,” ujarnya.

Penulis: Ria

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play