Landak  

Postingan Medsos Dinilai Merugikan Kadernya, PDIP Landak Lapor Polisi

Badan bantuan hukum PDI Perjuangan Kabupaten Landak, Paulus Adi saat diwawancarai usai membuat laporan di Polres Landak, Kamis (20/6/2024). SUARAKALBAR.CO.ID/KMN

Landak (Suara Kalbar)- Sikapi adanya postingan di akun medsos terkait bakal calon (bacalon) bupati Landak, Karolin Margret Natasa yang dinilai merugikan. Badan bantuan hukum Partai PDIP Kabupaten Landak buat laporan ke Polres Landak, Kamis (20/6/2024).

Badan bantuan hukum PDI Perjuangan Kabupaten Landak, Paulus Adi dalam keterangan persnya menilai materi yang dimuat dalam positingan akun medsos tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik interen di tengah-tengah masyarakat, sebab di dalamnya memuat nama agama yang dinilai riskan terjadinya gesekan dan unsur SARA.

Adapun isi postingan akun Tiktok @Landak Undercover tersebut dituliskan KAROLIN MARJINALKAN MASYARAKAT KRISTEN !

Survei Nata Bangsa yang baru saja dirilis melalui konferensi pers dan dihadiri oleh Karolin Margtet Natasa secara langsung dinilai marjinalkan masyarkat Kristen. Pasalnya dari 400 orang atau responden hanya melibatkan 0,69 persen atau tiga orang saja. Sedangkan yang kita ketahui masyarakat Kristen dilandak berjumlah 35 persen dari 413.588 penduduk yang tersebar di Kabupaten Landak.

Akibat adanya postingan tersebut, Paulus Adi yang juga tim kuasa hukum bacalon Bupati Landak, Karolin Margret Natasa telah membuat laporan ke Polres Landak dengan Nomor : STPL/45/VI/2024/SPKT/POLRES LANDAK/POLDA KALBAR.

Akun tersebut dilaporkan karena diduga melakukan tindak pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong (hoax) yang bersifat suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Kita menghindari konflik interes. Kalau mau bikin tulisan di media itu hati-hatilah karena ini beresikonya melawan hukum berkaitan dengan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tapi akunnya sudah dihapus, maka kami serahkan semuanya ke pihak Kepolisian, semua itu sudah diserahkan ke aparat, nanti aparat yang menindaklanjutinya seperti apa,” jelas Paulus Adi.

Lebih lanjut Paulus Adi, menjelaskan PDI Perjuangan merasa dirugikan dengan adanya postingan tersebut karena di dalamnya membawa nama kader PDI Perjuangan Karolin Margret Natasa, yang saat ini juga ikut dalam kontestasi Pilkada Landak.

Paulus Adi juga berharap agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, dirinya juga mengajak agar masyarakat dapat berpolitik secara elegan dan tidak saling sikut menyikut. Mengingat muatan postingan tersebut juga menyinggung hasil survei dari salah satu lembaga survei yang merilis hasil survei terhadap bacalon Bupati Landak Karolin Margret Natasa.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS