Kalbar  

Mangkir Berulang Kali, Calon Pelaku korupsi Pembangkit Listrik Kapuas Hulu Diamankan    

TW saat diamankan usai tiga kali mangkir dari panggilan petugas untuk menjadi saksi. SUARAKALBAR.CO.ID/Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. 

Pontianak (Suara Kalbar) – Kerap tidak mengindahkan panggilan kejaksaan dan dinilai tidak kooperatif terkait Tindak Pidana Korupsi pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Kapuas Hulu, seorang pria berinisial TW diamankan pihak kejaksaan di Pontianak .

Tim Tangkap Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan Tim Pidsus Kejari Kapuas Hulu bekerjasama dengan pihak Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung Republik Indonesia berhasil mengamankan saksi atas nama TW.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Edyward Kaban, mengatakan bahwa TW merupakan Direktur dari CV Sinar Berkat yang ditunjuk oleh pihak Desa Datah Dian, Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2019. Ia dipercaya menjadi Penyedia Jasa atau pelaksana pada Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro tahun anggaran 2019 dengan menggunakan Anggaran Dana Desa sebesar Rp.1.200.000.000.

“ Namun pekerjaan tersebut sampai saat ini terbengkalai atau tidak selesai dan setelah dilakukan penghitungan diketahui kerugian negara yang timbul akibat kegiatan tersebut sebesar Rp.963.369.476,00,” kata Edyward Kaban Jumat (21/06/2024).

Edyward Kaban menambahkan bahwa TW telah dipanggil untuk menjadi saksi terkait dugaan korupsi tersebut sekitar tiga kali namun yang bersangkutan mangkir. Sehingga Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Kapuas Hulu melakukan upaya pencarian.

“TW kami temukan di sebuah rumah di kawasan Pontianak Kota dan saat ini sudah kami amankan untuk penyidikan kasus korupsi di Kapuas Hulu tersebut,” tambahnya.

Saat ini TW tengah menjalani pemeriksan sebagai Saksi untuk dimintai keterangan dan diproses hukum. Kemudian setelah diperiksa sebagai saksi, saksi TW ditingkatkan statusnya sebagaitersangka dan langsung dilakukan penahanan selama 20 hari oleh Penyidik.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS